MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT
Pontianakmetropost.com
Sebuah pemandangan langka tersaji di Kabupaten Mempawah pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Mempawah menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Mempawah, bukan dengan amarah dan bentrokan, melainkan dengan damai dan dialog.
Aksi ini seolah menjadi oase di tengah maraknya aksi represif di berbagai daerah, sekaligus menobatkan Polres Mempawah sebagai teladan kepolisian yang humanis.
Herman Habibullah, motor penggerak aksi, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
“Di tengah berita buruk tentang kekerasan polisi, Mempawah membuktikan bahwa demonstrasi bisa berjalan damai jika ada kemauan baik dari kedua belah pihak. Kami datang bukan untuk mencari ribut, tapi untuk menyampaikan aspirasi dengan cara santun dan bermartabat,” tegasnya.
Sembilan tuntutan disuarakan lantang oleh tiga orator muda: Ima Muslim, Hafit, dan Yusril Khofi Alwi. Tuntutan itu antara lain:
- Hentikan Kekerasan! Mengutuk segala bentuk tindakan represif aparat kepolisian terhadap demonstran.
- Kapolri Harus Bertanggung Jawab! Atas tragedi pembunuhan Affan.
- Adili Pembunuh Affan! Mendesak pengadilan yang adil.
- Evaluasi Polres Pontianak! Atas cara pengamanan aksi di DPRD Kalbar.
- Transparansi & Akuntabilitas! Polres Mempawah diminta konsisten menjaga kepercayaan publik.
- Reformasi Protap! Agar pengamanan aksi lebih humanis dan sesuai HAM.
- Bebaskan Tahanan Politik! Demi kebebasan menyuarakan aspirasi.
- Lindungi Hak Pelajar! Dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
- Polisi Sahabat Rakyat! Bukan musuh rakyat.
Dalam orasinya, Hafit menegaskan, “Polisi bukan alat kekuasaan, tapi pelayan masyarakat. Jadilah polisi yang dicintai, bukan ditakuti!”
Sementara Yusril Khofi Alwi menambahkan, “Suara pelajar adalah suara perubahan. Jangan biarkan kami dibungkam!”
Sorotan utama dari aksi ini justru jatuh pada sikap humanis Polres Mempawah. Tidak ada represi, tidak ada intimidasi—hanya ruang dialog.
“Kami datang dengan membawa tuntutan, tapi kami pulang dengan membawa harapan. Polres Mempawah telah menunjukkan bahwa polisi bisa benar-benar menjadi pengayom dan pelindung masyarakat. Ini contoh yang harus ditiru oleh seluruh kepolisian di Indonesia,” ujar Herman lantang.
Aksi damai di Mempawah ini bukan sekadar demonstrasi biasa. Ia menjelma sebagai simbol harapan, simbol perubahan, dan bukti bahwa dialog adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.
Semoga semangat Mempawah ini menjadi inspirasi, tidak hanya untuk Kalimantan Barat, tetapi juga untuk seluruh Indonesia.
(Reni)














