Pontianak – Pontianakmetropost.com | Jumat, 29 Agustus 2025
Gelombang aksi mahasiswa di Kalimantan Barat belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada Jumat (29/8), ribuan mahasiswa kembali mengepung Gedung DPRD Provinsi Kalbar. Aksi ini menjadi hari ketiga berturut-turut dengan jumlah massa yang semakin besar dibandingkan sebelumnya.
Mahasiswa menegaskan, demonstrasi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan gerakan moral untuk memperjuangkan hak-hak rakyat yang dinilai kerap diabaikan.
Adapun beberapa tuntutan utama yang kembali disuarakan, di antaranya
1. Mencopot Kapolresta Pontianak terkait tindakan represif yang melukai rekan mahasiswa saat aksi sebelumnya.
2. Menolak kenaikan penghasilan DPRD Kalbar yang dianggap tidak berpihak pada kondisi rakyat.
3. Mendesak evaluasi kinerja Satgas PKH di Kalimantan Barat.
4. Menuntut pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh wilayah Kalbar.
5. Mengawal kasus 19 Juta Lapangan Pekerja, sebagai bentuk solidaritas terhadap buruh dan masyarakat kecil.
Seruan mahasiswa menggema lantang di halaman DPRD, spanduk dan bendera organisasi berkibar, sementara yel-yel perlawanan terus diteriakkan. Mereka menegaskan tidak akan berhenti sebelum aspirasi benar-benar didengar dan ditindaklanjuti.
“Ini adalah gerakan moral. Kami hadir untuk rakyat, bukan untuk kepentingan kelompok atau partai manapun. DPRD harus sadar bahwa kursi yang mereka duduki adalah amanah rakyat, bukan ruang untuk memperkaya diri,” teriak salah satu orator komando.
Menjelang sore, situasi semakin memanas. Massa mulai melempar sejumlah benda ke arah aparat, hingga terjadi ketegangan yang berlangsung sampai malam hari. Aksi pun tak terbendung, aparat kepolisian akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.
Namun, mahasiswa justru semakin bertekad melanjutkan perjuangan. Mereka menegaskan akan kembali dengan gelombang massa yang lebih besar bila DPRD Kalbar tetap menutup mata dan telinga terhadap aspirasi rakyat.
(Reni)














