Pontianak, Pontianak Metro Post
Duka mendalam masih menyelimuti karyawan kantor bus Damri Cabang Pontianak atas meninggalnya Rusdiani (49 Tahun) supir bus Damri ketika dalam perjalanan jurusan Pangkalan Bun – Pontianak pekan lalu.
GM Damri Pontianak Rahmat Santoso ketika dihubungi media ini Jumat (7/6/24) menjelaskan meninggalnya Rusdiani bukan saat sedang menyetir.
” Almarhum Rusdiani meninggal saat sedang istirahat tidur di bangku supir cadangan, karena Rusdiani memang supir cadangan”, ungkap Rahmat didampingi Rizka Maulana Manager Usaha Damri.
Rahmat menambahkan saat bus star berangkat dari Pangkalan Bun drivernya adalah Riyono, sementara Rusdiani sebagai supir cadangan duduk disebelahnya lagi istirahat tiduran.
Ketika sampai di simpang tiga Tayan arah Pontianak atau lebih dikenal Simpang Ampar sesuai jadwal bus berhenti di salah satu rumah makan untuk memberi kesempatan penumpang istirahat sebentar, makan atau ke toilet. “Selanjutnya ketika akan berangkat lagi menuju Pontianak, supir cadangan Rusdiani akan menggantikan supir pertama Riyono”, ungkap Rahmat.
” Namun saat supir cadangan Rusdiani didatangi di didalam bus, kelihatan masih tidur saja. Kemudian Riyono membangunkannya dengan cara menepuk bahunya, tapi tidak bangun juga “, beber Rahmat.
” Melihat yang mencurigakan kesehatannya, maka Riyono membawanya ke puskesmas terdekat. Hasil pemeriksaan ternyata Rusdiani telah meninggal dunia “, ujar Rahmat.
Riyono kemudian melapor ke Polsek terdekat, kemudian kantor bus Damri pusat mengirim bus lagi ke lokasi Simpang Ampar untuk mengangkut penumpang yang berjumlah 23 orang.
KONDISI SEHAT:
GM Damri Cabang Pontianak Rahmat Santoso juga menjelaskan supir Rusdiani ketika berangkat menjalankan tugasnya dalam kondisi sehat.
Rahmat menambahkan di Damri sudah terjadwal pemeriksaan kesehatan para awak bus Damri secara berkala. ” Ini sudah ketetapan Allah, kita tak bisa berbuat apa lagi”, ujarnya.
Kejadian meninggalnya Rusdiani terjadi pada Senin lalu (3/6/24) sekitar pukul 09.30 Wib. Kemudian istrinya yang seorang perawat di RS Soedarso Pontianak ketika dihubungi pihak Damri langsung berangkat ke Simpang Ampar. “Setelah melalui proses pemeriksaan di Puskesmas dan Polsek terdekat, barulah pukul 16.30 Wib jenazah baru bisa dibawa ke Pontianak “, jelas Rahmat yang sebelumnya menjabat sebagai GM Damri Jabodetabek dan Juga GM Damri di Samarinda. Di Pontianak sebelumnya juga pernah 4 kali bertugas hingga akhirnya menjadi GM baru 4 bulan bertugas.
Rahmat mengatakan hak hak supir Rusdiani mulai pemakaman hingga berbagai tunjangan dan asuransinye telah di bayarkan kecuali yang masih berproses administrasinya.
Rahmat mengungkapkan para supir Damri juga pada hari hari besar seperti hari lebaran setiap hari dicek kesehatannya/medical cek up. ” Mereka diberikan vitamin agar segar bugar dalam menjalankan tugas sebagai driver bus Damri “, paparnya.
” Terhadap alm Rusdiani sudah dimakamkan dipemakaman desa Kampung Arang di tempat orang tuanya. Keluarganya sudah ikhkas melepas kepergian almarhum”, jelasnya.(buyung)














