PONTIANAK – Pontianakmetropost.com | Jumat, 29 Agustus 2025
Panasnya kasus dugaan korupsi proyek jalan di Kabupaten Mempawah kini mulai mengguncang barisan pendukung Gubernur Kalbar, Ria Norsan.
Salah seorang relawan utamanya saat Pilkada, Ibrahim MYH, secara blak-blakan meminta agar Norsan legowo mundur dari jabatannya sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkannya sebagai tersangka.
Dalam konferensi pers di kawasan Pontianak Kota, Jumat (29/8), Ibrahim yang dikenal sebagai Koordinator Nusantara Corruption Watch (NCW) Kalbar mengungkapkan kekecewaannya.
“Saya punya kekuatan politis untuk mendesak Ria Norsan mundur. Saat Pilkada, saya ini relawan utamanya, khususnya di kawasan perbatasan. Tapi sekarang saya merasa malu dan menyesal dengan apa yang terjadi,” tegas Ibrahim.
Ia bahkan siap mempertanggungjawabkan pernyataannya. Menurutnya, publik Kalbar sudah terlalu sering dikecewakan dengan sederet kasus besar yang menyeret nama Ria Norsan sejak menjabat Bupati Mempawah.
“Kasus jalan yang sekarang sedang jalan ini bukan satu-satunya. Ada BP2TD, rumah sakit Mempawah, PDAM, dan lainnya. Semua itu bikin malu kami sebagai pendukungnya dulu,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Ibrahim mendesak agar Norsan tidak menunggu “dipermalukan” oleh status hukum dari KPK.
“Mundur adalah jalan terbaik. Jangan tunggu sampai KPK resmi tetapkan tersangka. Kalau tidak ada itikad baik, kami siap menggerakkan aksi turun ke jalan,” tandasnya.
(Red)














