Pontianak, Pontianak Metro Post
Pada hari sabtu tanggal 19 Agustus 2023, pagi bertempat di Hotel Golden Tulip, jalan Tengku Umar, Pontianak, Upacara wisuda sarjana dan pasca sarjana Sekolah Tinggi Ekklesia, (STTE),Pontianak, yang dipimpin ketua STT Ekklesia Pdt.DR. Barnabas Simin, M.Pd.K.
Sebanyak 71 mahasiswa dan pasca sarjan diwisuda Antara lain (S1) sebanyak 6.(S.Th,) 55 (S.Pd.)10 pasca sarjana sebanyak 6( M.Pd), 4 (M.A.) pada Dies natalis ke 27, sarjana ke 22 dan pasca sarjana ke 15. Telah luluskan 3400 sarjana, kali ini turut diwisuda Hendry Jurnawan, S.Th.
Orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Abdul A. Antrian M.Th,berjudul.:” Mampu memberikan solusi ditengah ketidakpastian.” Matius 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
Matius asli adalah pemungut cukai bekerja untuk Kerajaan Romawi, adalah bernama Lewi(Ibrani), Matius ( nama bahasa Yunani) sebenar sama orangnya.
Di lain pihak Yesus ajukan pertanyaan kepada muridnya, Siapa aku ini?
Jawab Petrus sepontan, Engkau adalah Mesias.Yesus berkata, Pengakuan Petrus bukan hasil pikiran sendiri, tapi adalah Tuhan telah membisikan ke dalam hati Petrus
Dalam sambutan ketua STT Ekklesia Pdt.Dr. Barnabas Simin, M.Pd.k. mengatakan bahwa tema wisuda: “Mampu Nemberikan Solusi Ditengah Ketidakpastian ( Matius 16;19).Tiap kali wisuda sarjana belum pernah dibawah 50 jumlah wisudawan.Wisuda hati sabtu pagi, tanggal 19 Agustus kali ini, diharapkan setiba kembali jrkampung halaman harus mampu memperluas pelayanan umat dan gereja.
Ketua yayasan Kita Maju Bersama (YKMB) ibu Dr Maria Juliana, SE, M.Pd.k.dalam sambutan, para alumni harus sadar panggilan hidup di masyarakat yang majemuk, para pendeta, dan guru yang tersebar di daerah, dalam karya ilahi dan ilmiah, keharuman lembaga STT Ekklesia sangat ditentukan, komitmen dan sikap dan pengabdian anda, jagalah reputasi dan nama harum almamater.
Sambutan Pembimas kristen Kalbar Pdt Dr Hendry Mesach, MM, M,Pd.k, menegaskan penduduk Kalbar sekitar 5, 6 juta jiwa, terdapat 3500 gereja, dengan 31 sinode, umat 638.000 jiwa, jauh dibawah umat katolik sudah tembus, 1,2 juta.
Perkembangan gereja dan umat tidak seimbang, Gereja banyak, jemaat dikit, secara praktis hampir penambahan jiwa baru, hanya penambahan jiwa dari keluarga, anak cucu dibaptis.
Lulusan 71 wisudawan dari STT Ekklesia, pasukan bergerak ke daerah, harus bekerja keras di daerah, gereja selah ditutup, selalu bilang kristen jahat dan kafir
Saya bangga STT Ekklesia, hari ini berdiasnatalis ke 27, berarti perjuangan sangat panjang, saya sebagai Pembimas juga lulusan dari STT, Ekklesia
Kita harus bangun STT, saya harus gereja bisa kirim satu orang jadi mahasiswa STT, kemajuan perkembangan gereja dan jemaat, bukan tergantung kami sebagai pimpinan, tapi tanggung jawab kita bersama.
Selamat bagi wisudawan dan para orang tua wisudawan, kiranya Tuhan memberkati
Sekolah Tinggi Teologia Ekklesia (STTE) didirikan pada 01 Agustus 1996 di bawah Yayasan Kita Maju Bersama (YKMB) dan di naungi Majelis SInode GKTI berpusat di Pontianak. Tujuan mempersiapkan pemimpin masa depan yang cakap, beriman, berdaya saing dan unggul. Filosofi dan cara kerja STTE adalah terbuka, interdenominasi dan mampu bermitra dengan semua Perguruan Tinggi Pemerintah dan Swasta dalam “Membangun NegeriIndonesia Baru. Sejak berdirinya STTE sampai saat ini telah meluluskan seribu lebih sarjana, mereka berada diberbagai tataran masyarakat sebagai Pendeta di gereja, perusahaan, TNI, Polri, PNS, DPR, Guru dan berbagai bidang sosial lainnya. Sebagai pembina STTE kami berusaha untuk mempertahankan dan mengembangkan visi dan misi.
Kini kita lagi mengajukan sekolah tinggi teologi Ekklesia menjadi perguruan negeri.
Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom Pertama-tama saya panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus yang oleh karena kasih, kebaikan dan penyertaanNya hingga hari ini Sekolah Tinggi Teologi Ekklesia Pontianak masih ada ( eksist) berkembang bahkan terus berkarya bagi dunia pendidikan, bangsa, negara dan gereja.(Dilaporkan Dr.Hrndry Jurnawan, CLA, Med)














