Sambas, Pontianak Metro Post
Pekerjaan proyek pemeliharaan jalan raya Sambas menuju Subah senilai Rp 13,7 Milyar menggunakan anggaran APBD Prov Kalbar diduga keras dikerjakan asal asalan alias asal jadi.
Hal ini secara kasat mata bisa dilihat langsung kondisi jalan dimana dibeberapa bagian sudah ada yang turun pondasi jalannya. Dan ada juga aspalnya mengelupas. Diduga keras dikerjakan tidak sesuai bestek.
Ketidak beresan pekerjaan proyek ini bahkan sempat di angkat di media Klivetvindonesia.com. Hal ini membuat sang kontraktor / penyedia jasa CV.Jasatama Mandiri “kebakaran jenggot” dengan mengirim seorang oknum wartawan untuk mengintervensi pemberitaan tersebut.
Melansir Klivetvindonesia.com, disebutkan
Sub kegiatan pemeliharaan berkala jalan, berupa paket pekerjaan pemeliharaan jalan provinsi wilayah I ( Pontianak, Kubu Raya, Singkawang, Bengkayang, Landak dan Sambas ) ruas jalan Sambas-Subah-Ledo dan jalan Tabrani dikerjakan oleh CV. JASATAMA MANDIRI Selaku penyedia jasa dan CV. ABSRI ANANTA KONSULTAN selaku konsultan supervisi.
Dari hasil pantauan Tim media ini bersama Turyadi selaku ketua organisasi kemasyarakatan LIDIK (Lembaga Investigasi dan informasi kemasyarakatan ) Diduga penyedia jasa mengerjakan proyek asal jadi.
Pasalnya jalan Sambas-Subah yang masih terbilang baru dikerjakan sudah ada yang mengelupas atau mulai rusak aspalnya sehingga muncul dugaan kuat akibat kurangnya mutu campuran yang tidak sesuai spek.
Turyadi menanggapi hasil pantauan bersama mengungkapkan ” Kalau dilihat dari hasil yang mereka kerjakan ini diduga kuat penyedia jasa melaksanakan kegiatan tidak sesuai dengan spek dan tentunya sangat merugikan negara dan masyarakat pengguna manfaat jalan ini karena kalau dibiarkan seperti ini dikhawatirkan tidak akan bertahan lama “.
” Kami masyarakat punya hak melakukan pengawasan dan akan menyampaikan temuan kepada pihak terkait jika kami menemukan adanya dugaan yang tidak sesuai dengan perencanaan ataupun spesifikasi setiap kegiatan yang bersumber dari dana negara dengan harapan setiap pembangunan selalu sesuai dengan prosedur dan perencanaan nya,” tambahnya.
Sampai berita ini diterbitkan Tim media ini belum bisa mendapatkan nomor kontak pihak penyedia jasa dan supervisi konsultan maupun dinas pupr propinsi Kalimantan barat untuk dikonfirmasi (mengutip Klivetvindonesia.com).
Kejanggalan pekerjaan proyek ini mendapat sorotan tajam dari Ketua DPD Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Provinsi Kalbar Syafarahman.
Dia menyayangkan ada pihak yang mengaku sebagai wartawan yang mencoba mengintervensi pemberitaan yang diangkat oleh Klivetvindonesia.com yang berjudul Diduga Proyek Pemeliharaan Jalan dikerjakan Asal Jadi.
Oleh Penyedia Jasa CV. Jasatama Mandiri, Sang Kontraktor kirim wartawan Untuk Intervensi Wartawan KLTV Indonesia, Selasa 26/09/2023, Via Pesan WhatsApp.
Syafarahman mengungkapkan tahun ini jalan raya Sambas menuju Subah, kabupaten Sambas mendapatkan anggaran pemeliharaan dari pemerintah provinsi Kalimantan Barat, APBD 2023 nilai kontrak sebesar Rp. 13.686.638.000,00,-( Tiga Belas Milyar Enam Ratus Delapan Puluh Enam Juta Enam Ratus Tiga Puluh Delapan Ribu Rupiah ).
Syafarahman menjelaskan oknum tersebut berdalih sebagai humas dari CV Jasatama Mandiri berinisial YZ mengaku sebagai wartawan
dari Media Online Lapan6.
” Dia mencoba menghubungi Tim Keredaksian KLTV Indonesia, tanpa ada kejelasan apakah mau minta Hak Jawab atau apa”, ungkap Syafarahman.
Syafarahman mengatakan hal ini parah jika wartawan atau jurnalis sudah berubah tugas dan fungsi. ” Dimana letak netralitasnya jika sudah menjadi humas dari perusahaan penyedia jasa konstruksi”, ujarnya.
” Dimana kontrol sosialnya, jika sudah menjadi tameng pemain proyek, bukannya menghimbau pelaksana proyek untuk bekerja lebih baik, malah sebaliknya menjadi pendukung pelaksana proyek yang kerja asal jadi”, pungkas Syafarahman.
” Nah hal hal seperti ini seyogyanya Dewan Pers cabut legalitasnya sebagai Jurnalis agar tidak mencederai nilai nilai suci dari tugas dan fungsi Jurnalis “, bebernya geram.(*r/PMP)














