Pontianak Metro Post
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
No Result
View All Result
Pontianak Metro Post
No Result
View All Result
Home Berita Utama

*Membaca Arah TVRI Pasca Mundurnya Iman Brotoseno*

Redaksi Senin 2 Maret 2026

Redaksi by Redaksi
2 Maret 2026
in Berita Utama, Berita Viral Hari Ini, Breaking News
0
IMG 20260302
24
SHARES
24
VIEWS
ADVERTISEMENT

IMG 20260302

Oleh Dr. Eko Wahyuanto*

Pengunduran diri Direktur Utama (Dirut) Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) Iman Brotoseno pada Februari 2026 memunculkan berbagai spekulasi.

ADVERTISEMENT

Secara resmi disebutkan karena alasan kesehatan, namun dari perspektif kebijakan publik, mundurnya pucuk pimpinan di awal tahun anggaran dan menjelang agenda nasional besar seperti persiapan siaran Piala Dunia 2026 berdampak sistemik.

Mengapa mundurnya Dirut TVRI tak menjadi perhatian publik?

Publik kerap melihat pergantian jabatan di lembaga negara sebagai urusan internal birokrasi atau dinamika politik elit, bukan hal yang menyentuh kepentingan mereka.

Berbeda dengan mundurnya pejabat lembaga yang bersinggungan dengan kepentingan mereka. Seperti Menteri Keuangan, Dirut Pertamina atau Dirut PLN yang bersentuhan langsung dengan hajat publik.

Fenomena biasa

Mundurnya Dirut TVRI dianggap tidak mengubah konstelasi apapun, sehingga dianggap sebagai fenomena biasa dalam siklus birokrasi.
​
​Iman Brotoseno saat menjabat Dirut TVRI berkontribusi pada perbaikan infrastruktur digital (ASO/Analog Switch Off), namun itu kerja sunyi dan sifatnya teknis dibalik layar.

Apalagi ​TVRI jarang memproduksi konten trending topic atau isu yang memicu perdebatan publik secara luas, seperti program drama Korea atau podcast viral.
​Tanpa berperan sebagai fabrikasi konten yang “menarik perhatian” dengan magnitudo besar, maka “peran orang di balik layar” seperti Dirut juga tidak akan menjadi pusat perhatian saat dia pergi.

Apapun, “nasi sudah menjadi bubur”. Dewan Pengawas harus segera menunjuk Plt (Pelaksana Tugas) untuk mengisi ruang kosong  kekuasaan agar tidak  menghambat penyerapan anggaran dan koordinasi stasiun daerah.

Momentum ini sekaligus harus dapat dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja LPP. Apakah TVRI sudah cukup lincah merespons perubahan perilaku penonton, bermigrasi ke media sosial, dan mempertegas positioningnya sebagai media?

“Star Power”  Media Publik.

​​Di tengah gempuran media sosial dan OTT (Over-the-Top), eksistensi TVRI sesungguhnya masih sangat relevan jika dikelola secara profesional. Namun fungsinya harus berevolusi. Relevansi TVRI terletak pada tiga pilar yang tidak dimiliki media komersial:

Pertama, eksklusivitas konten pemersatu bangsa. Media swasta mengabdi pada rating dan profit. Sementara TVRI dengan kewajiban menyiarkan konten berbasis edukasi, budaya lokal, dan informasi daerah terpencil tidak menguntungkan secara bisnis.

Kedua, peran TVRI dapat dipertahankan sebagai benteng disinformasi dan hoax. Di tengah derasnya hoax di platform digital, TVRI seharusnya dapat menjadi “Clearing house” atau rujukan informasi resmi negara secara kredibel.

Ketiga, soal ​infrastruktur jaringan, dimana TVRI memiliki aset menara dan pemancar paling luas di Indonesia yang merupakan aset strategis nasional untuk kedaulatan informasi dan pertahanan teritorial komunikasi.

​Quo Vadis TVRI?

​Masa depan TVRI bukan soal “televisi” dalam pengertian infrastruktur dan program, melainkan sebagai mesin produksi konten kreator publik. Konten harus diproduksi menuju layar ponsel, bukan sekedar layar kaca yang sepi penonton.

Ke depan, siapapun pengganti Iman Brotoseno, harus ada sosok yang paham DNA TVRI untuk mewujudkan penggabungan TVRI dan RRI menjadi Radio Televisi Republik Indonesia (RTRI) tanpa kegaduhan akibat penyakit akut ego sectoral.

“Ingat, penggabungan dua lembaga publik itu dimaksudkan untuk efisiensi anggaran dan duplikasi program”.

Aspek lain yang juga strategis adalah, Dewan Pengawas harus mampu memilih sosok Dirut yang dapat membangkitkan jaringan TVRI di seluruh daerah sebagai biro produksi konten kreator daerah untuk mendistribusikan karya mereka di jaringan nasional TVRI.

Artinya, menempatkan TVRI sebagai entitas lembaga publik milik negara harus menyalakan fungsi edukasi dan idealisme publik, di mana untuk urusan siaran, redaksi, dan mandat edukasi publik harus tetap netral dan berorientasi pada kepentingan negara.

Sementara pemanfaatan aset seperti Infrastruktur (menara siar, tanah, aset properti, dan jasa penyiaran digital/MUX) dapat didorong sebagai unit usaha yang dikelola secara profesional-komersial, sehingga beban negara menjadi lebih ringan.

Hasil dari pengelolaan aset ini bisa digunakan untuk mendanai produksi konten bermutu di LPP TVRI.

“The RTRI Model”

​Pada kesempatan ini, sebagai pengamat kebijakan publik, saya melihat, ketimbang memisahkan status hukum kedua LPP yakni RRI dan TVRI, lebih baik menyokong gagasan yang saat ini lebih kuat dibahas DPR dan Pemerintah (melalui Revisi UU Penyiaran), yakni pembentukan Radio Televisi Republik Indonesia (RTRI).

Menggabungkan TVRI dan RRI menjadi satu Lembaga Penyiaran Publik akan menciptakan model “dual-track mandate”, RTRI tetap sebagai LPP untuk menjaga fungsi pelayanan publik, namun diberikan fleksibilitas untuk membentuk Anak Perusahaan Komersial (BUMN kecil).

Anak perusahaan dimaksud berfokus pada pengelolaan aset infrastruktur dan studio canggih untuk produksi konten bertaraf internasional yang memproduksi promosi pariwisata dan kebudayaan seperti National Geographic

Kemudian, menjadikan RTRI sebagai pemegang hak siar utama (Host Broadcaster) untuk agenda kenegaraan dan nasional merupakan langkah strategis, sehingga negara tetap punya kendali atas narasi publik tanpa bergantung pada media swasta.

Keuntungan lain adalah efisiensi fiskal (mengurangi beban APBN), sekaligus memperkuat “Ketahanan Nasional” di bidang diplomasi melalui informasi.

Menggabungkan TVRI dan RRI dalam satu entitas baru bakal memperkokoh peran komunikasi negara, tanpa kehilangan “corong” bagi kepentingan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sosok Dirut Baru

Di sisi lain, Dewan Pengawas TVRI harus mampu mencari pengganti Dirut dari sosok yang tidak hanya mengerti soal birokrasi, tetapi juga memiliki DNA Digital Native dan Creative Leader agar TVRI kembali mampu mengulang masa kejayaannya dan menjadi kebanggaan publik.

Dirut TVRI harus memiliki visi digitalisasi sehingga mampu mentransformasi TVRI menjadi platform multimedia modern, menguasai manajemen konten kreatif, menarik Gen Z sebagai pasar, dan memiliki jejaring global serta lincah secara birokrasi.

Pemimpin TVRI yang baru harus mampu mengkomersialkan aset infrastruktur tanpa menghilangkan anatomi TVRI sebagai pemersatu bangsa dan benteng informasi nasional.

*Dr. Eko Wahyuanto adalah Pengamat Kebijakan Publik.

Keterangan Foto:
Dr. Eko Wahyuanto (Foto: Dok. pribadi)

Views: 117
Tags: *Membaca Arah TVRIPasca Mundurnya Iman Brotoseno*
Mau Pasang Iklan? Klik disini.
Previous Post

*Ketua DPC LAKI Kubu Raya Doddy Sabli Jafar Wafat, Keluarga Besar LAKI Berduka*

Next Post

*Imigrasi Siaga Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah*

Redaksi

Redaksi

Next Post
IMG 20260302

*Imigrasi Siaga Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah*

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

*Melanjutkan Semangat Kartini, Jasa Raharja Dorong Perempuan Lebih Berdaya*

22 April 2026

*LKPI Kalbar Dorong Solusi Nasional untuk Nelayan, Burhan: Hasil Diskusi Akan Dilaporkan ke Presiden*

21 April 2026

*Alumni ’81 SMA Negeri 4 Pontianak Reuni dan Halal Bihalal di Kediaman Mas Rubeni di Jongkat*

20 April 2026

*Alumni SMAN 4 PTK Dapat Penghargaan PIN Emas Pendonor 100 Kali: Dedikasi Tanpa Henti, Mahfud Sidiq Bertekad Donor Darah Seumur Hidup*

20 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

1 Januari 2024

KOPDAR Akbar SGB 2 ,Serta ULTAH SGB 2

12 Mei 2023
Pertemuan Kapolres dan AMP

Sebagian AMP Bali Mengutarakan Keluh kesah atas Demo AMP Yg selama ini terjadi

9 Mei 2023

Peresmian BBH Pontianak Buka Era Baru di Kubu Raya: Heboh Berkah, Peluang Income Meroket!🚀”

19 Desember 2023

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

2

Ahli Waris Gugat Ke PTUN Minta Sertifikat yang Dikeluarkan BPN Landak Dibatalkan, Sidang Lapangan Berlangsung Lancar

1

Rendy Lesmana, SH Siap Maju Caleg DPRD Kalbar untuk Masyarakat Pontianak

1
Img 20240331 164004 6933625441909282089039.jpg

DPW BAIN HAM-RI dan HAMAS Kalbar Berkolaborasi Membagikan Takjil Berbuka Puasa Kepada Masyarakat Pengendara Motor

1

*Melanjutkan Semangat Kartini, Jasa Raharja Dorong Perempuan Lebih Berdaya*

22 April 2026

*LKPI Kalbar Dorong Solusi Nasional untuk Nelayan, Burhan: Hasil Diskusi Akan Dilaporkan ke Presiden*

21 April 2026

*Alumni ’81 SMA Negeri 4 Pontianak Reuni dan Halal Bihalal di Kediaman Mas Rubeni di Jongkat*

20 April 2026

*Alumni SMAN 4 PTK Dapat Penghargaan PIN Emas Pendonor 100 Kali: Dedikasi Tanpa Henti, Mahfud Sidiq Bertekad Donor Darah Seumur Hidup*

20 April 2026
Currently Playing

About Us

Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Media Digital Online

Developer by.
WBDC - West Borneo Digital Creative

Company by.
PT. Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Categories

Tags

Action Adventure bank kalbar bengkayang bidhumaspoldakalbar caleg Console divhumaspolri DPRD edi kamtono eSport imigrasi pontianak Indonesia jasa raharja kalbar Kalimantan Barat kapolres Kapolresta Pontianak kejati kalbar klarifikasi Kodaeral XII Kubu raya Laki lsm maung masyarakat mempawah Open World Pemilu Polda Kalbar PoldaKalbar Polisi Politik Polresta Pontianak polripresisi Pontianak Pontianak Metro Post Pontianakmetropost.online ptpn ptpn I ptpn IV Pwi Racing SINGKAWANG Sport Strategy
  • Log In
  • About
  • Contact
  • Advertise
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDCBuy Instagram VerificationSMM Panel

No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDC

Lewat ke baris perkakas
  • Tentang WordPress
    • WordPress.org
    • Dokumentasi
    • Belajar WordPress
    • Bantuan
    • Umpan balik
  • Masuk Log
  • Daftar