Pontianak Metro Post
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
No Result
View All Result
Pontianak Metro Post
No Result
View All Result
Home Daerah

“Manfaat dan Keluhan BPJS” Tahun 2023 sudah tercatat 252,1 juta peserta BPJS

Redaksi by Redaksi
11 Juli 2023
in Daerah, Nasional
0
248
SHARES
248
VIEWS
ADVERTISEMENT

Oleh DR. Dato. Drs. Hendry Jurnawan, Med.

Jaminan pemeliharaan kesehatan di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dan setelah kemerdekaan, pada tahun 1949, setelah pengakuan kedaulatan oleh Pemerintah Belanda, upaya untuk menjamin kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pegawai negeri sipil beserta keluarga semakin diperhatikan.

ADVERTISEMENT

Pemelihara kesehatan ini tetap dilanjutkan. Prof. G.A. Siwabessy, selaku Menteri Kesehatan yang menjabat pada saat itu, mengajukan sebuah gagasan untuk perlu segera menyelenggarakan program asuransi kesehatan semesta (universal health insurance), yang saat itu mulai diterapkan di banyak negara maju dan tengah berkembang secara intensif dan pesat.

Kini sangat populer BPJS di kalangan masyarakat Indonesia, tidak sedikit rakyat telah menikmatinya. Apa itu BPJS? BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) merupakan Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan memiliki tugas untuk menyelenggarakan jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada tanggal 15 July 2023, hari Sabtu, kita akan peringati HUT ke 55.

Fasilitas ini tersedia terutama untuk Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya ataupun rakyat biasa.

Dalam BAB XIII RUU Kesehatan Pasal 425, bahwa BPJS tetap merupakan badan hukum publik dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Kesehatan.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan jumlah cakupan peserta telah mencapai 252,1 juta orang per 1 Maret 2023.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, BPJS Kesehatan memberikan berbagai keuntungan, seperti pelayanan kesehatan tingkat pertama, pelayanan kesehatan rujukan, pelayanan gawat darurat, hingga pelayanan ambulans.

Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, negara hadir di tengah kita untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia terlindungi oleh jaminan kesehatan yang komprehensif, adil, dan merata.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP). Keempatnya memiliki segudang manfaat yang dibutuhkan para pekerja demi meningkatkan kesejahteraan.

Ada hal patut diketahui masyarakat antara lain peserta BPJS Kesehatan tetap bisa memanfaatkan layananan kesehatan BPJS miliknya, meskipun sedang berada di luar kota. Mengutip Kompas.com (23/4/2022), pelayanan faskes tingkat pertama di luar faskes yang terdaftar tetap bisa dilakukan.

Manfaat BPJS Kesehatan paling utama dirasakan adalah memberi perlindungan atas biaya rawat jalan dan rawat inap ketika mengalami sakit. Selain itu, premi atau iuran program asuransi pemerintah ini tergolong sangat murah.

Tak sedikit pasien BPJS Kesehatan yang mempunyai keluhan atau terkendala layanan rawat inap di rumah sakit. Apalagi seputar lama rawat inap pasien BPJS yang sempat ramai dikabarkan hanya tiga hari saja atau malah sudah dipulangkan, padahal belum sembuh. Sesungguhnya tidak benar, BPJS menjamin tidak ada batas hari, semasa harus dirawat, pasien’ tidak boleh dipulangkan

BPJS Kesehatan telah memberikan tanggapan mengenai persoalan durasi rawat inap peserta BPJS Kesehatan yang disebut dibatasi selama 3 hari. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menegaskan, BPJS Kesehatan tidak membatasi durasi rawat inap peserta.

Peserta perlu kirim pesan ke nomor Layanan CHIKA (Chat Asistant JKN) di 08118750400. Melalui nomor WA ini peserta dapat menanyakan berbagai informasi, mengajukan keluhan, ataupun meminta bantuan administrasi.

Menyikapi keluhan rawat inap, Kepala Humas BPJS Kesehatan Agustian Fardianto mengatakan, pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat melapor ke pihak BPJS Kesehatan. Di tiap rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan juga sudah standby petugas BPJS.

Kita bersyukur, ada program BPJS ini, sehingga rakyat Indonesia terjamin kesehatan secara merata di seluruh Indonesia

Sekalipun menurut CEOWORLD, magazine Health, ternyata Layanan BPJS Kesehatan akan berusia 10 tahun pada tahun 2024. Ternyata layanan BPJS masih belum mampu membawa Indonesia ke dalam tiga besar sebagai negara dengan layanan kesehatan terbaik di ASEAN.

Tetapi kita perlu optimis, melalui perbaikan program BPJS, semakin hari semakin baik, dan akan memberikan manfaat jauh lebih besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Itulah Indonesia, tetap maju. ( Dikutip dari berbagai simber. Ditulis seorang akademisi, pemerhati kesehatan, sekarang berdomisili di Jakarta.)*

Views: 1,013
Tags: baikbpjssemakin
Mau Pasang Iklan? Klik disini.
Previous Post

Pemuda Pancasila Bangga, Muhammad Zein Berhasil Juarai Balap Motor Seri Ke II Kelas Matic Non Juara 130 CC Memenangi Juara 2 Di Sirkuit Singkawang

Next Post

Pemikiran Bung Karno dan Cetak Biru Pembangunan Manusia dan Kebudayaan” Oleh : Prof. DR.Hafid Abbas Pada 21 Februari 1959, satu analogi menarik dari isi kuliah umum Presiden Soekarno di hadapan para mahasiswa, dosen dan seluruh unsur sivitas akademika UGM di kampus UGM. Mengawali kuliah umumnya, pada saat itu, Bung Karno mengomentari cara ananda Lina, mahasiswa UGM, yang baru saja selesai memimpin lagu Indonesia Raya. Kepemimpinan Lina itu dianalogikan oleh Bung Kano bagaimana membangun Indonesia berdasarkan Pancasila. Selanjutnya, Bung Karno mengemukakan: “Di dalam penyelenggaraan masyarakat adil dan makmur semua memberikan tenaganya. Insinyur-insinyur memberi tenaganya, dokter-dokter memberi tenaganya, tukang-tukang gerobak memberi tenaganya, ahli-ahli ekonomi memberi tenaganya, semua memberi tenaganya. Bercorak macam, tetapi toh menjadi satu harmoni, menyusun satu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Tadi juga demikian, macam-macam suara saya dengar. Tetapi di bawah pimpinan ananda Lina, bukan main merdunya. Saya dengar ada suara bas; saya dengar ada suara laki-laki tetapi sopraan, seperti burung sikatan suara itu. Saya mendengar ada suara yang gemetar, ada suara yang betul-betul bergelora, tetapi semuanya bersama-sama memperdengarkan satu lagu “Indonesia Raya” yang membangkitkan keharuan hati” Analogi harmoni pemikiran Bung Karno ini terlihat pula serupa dengan harmoni pemikiran Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy, ketika mengemukakan pidato kuncinya (keynote address) tentang cetak biru (blueprint) PMK pada malam pembukaan Konferensi Forum Fakultas Ilmu Pendidikan dan Jurusan Ilmu Pendidikan (FIP-JIP), 5 Juli 2023 di Hotel Alana Yogyakarta, yang dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di tanah air, dan sejumlah pembicara dari Australia, Taiwan dan AS, Kerangka pemikiran berupa lingkaran itu memperlihatkan siklus perkembangan dan perjalanan hidup manusia mulai dari fase pranikah hingga usia lanjut. Tidak ada fase dari keseluruhan siklus perkembangan itu yang hanya menjadi tanggungjawab satu pihak atau satu institusi atau satu kementerian. Isu stunting misalnya memerlukan penanganan lintas sectoral, komprehensif dan memerlukan dukungan masyarakat luas karena sifat substansi dan persoalannya amat kompleks. Isu stunting sebagai contoh yang dialami anak yang kekurangan gizi, tumbuh lebih pendek dari standar balita seusianya, penyebabnya bermacam-macam, bisa saja bersumber dari perkawinan usia muda yang saat ini angkanya dinilai masih amat tinggi. Data BPS (2022) memperlihatkan jumlah yang menikah di bawah usia 15 tahun baik laki-laki atau pun perempuan masih di angka 2,26%; nikah di usia 16-18 tahun berjumlah 19,24%; nikah di usia 19-21 tahun 33,76%; nikah di usia 22-24 tahun 27,07%; dan nikah di usia 25-30 tahun 17,67%. Penyebabnya bermacam-macam, ada yang dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, ekonomi, dsb. Dengan peta fase-fase siklus perkembangan manusia ini, setiap fase memerlukan kehadiran begitu banyak pihak. Penanganan stunting misalnya, memerlukan tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, pemuka agama, ahli gizi, psikolog, dsb. Namun, kontribusi mereka masing-masing tetap dalam satu bingkai harmoni yang sinergis, beragam warna seperti yang tergambar begitu indah di lingkaran cetak biru pemikiran PMK seperti di pemaparan Muhadjir. Kembali kepada Lina, Bung Karno menuturkan: “Meskipun bermacam-macam alat, tetapi oleh karena ada pimpinan, pertama pimpinan daripada satu lembaran kertas, — apa namanya itu noot, bahasa Indonesianya not. Pola pembangunan yang dibuat oleh Dewan Perangcang Nasional ini, itulah kertas nootnya. Penyelenggara dari-pada pola ini, masyarakat ini tadi, yang terutama sekali terdiri daripada tenaga-tenaga fungsionil, menyelenggarakan pola ini bersama-sama di dalam satu irama yang merdu sehingga terselenggaralah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila …” Tiga Ragam Kertas Noot Kepemimpinan Lina dalam menyanyikan Indonesia Raya, cetak biru penuntun yang memandunya adalah Noot Balok Indonesia Raya. Lina sebagai pemimpin dapat saja berganti setiap saat, tetapi Noot Baloknya akan tetap jadi panduan bagi siapa pun yang akan memimpin lagu Indonesia Raya. Begitu pula kepemimpinan Bung Karno untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, ia akan dipandu oleh nootnya sendiri yakni Pola Pembangunan yang telah dipersiapkan oleh Dewan Perancang Nasional yang di kala itu dipimpin oleh Muhammad Yamin. Demikian pula kepemimpinan Muhadjir Effendy yang mengkoordinir urusan di bidang PMK, ia akan dipandu oleh nootnya sendiri yakni cetak biru lingkaran siklus PMK dengan beragam warna dengan sejumlah lapisan-lapisan lingkaran. Isi dari cetak biru itu, kelihatannya (dari berbagai sumber), intinya seperti berikut. Fase pertama adalah prenatal dan ASI atau disebut juga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada fase ini yang menjadi perhatian adalah memastikan kecukupan gizi dan pola asuh bayi, dan balita, untuk mencegah gagal tumbuh atau stunting. Pada fase ini diakui amat rumit dan penanganannya tidak mudah, memerlukan dukungan banyak pihak, namun tetap dalam bingkai sinergitas yang harmonis antara semua kalangan terkait baik di pusat atau pun di daerah, baik dari unsur pemerintah atau bukan. Fase kedua adalah usia dini anak yakni fase yang penting dalam perkembangan karakter anak. Pemerintah telah menginisiasi beragam upaya, seperti: Program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) yang memaksimalkan kemampuan kognitif anak, di antaranya stimulasi psikologis, pola asuh yang tepat, pemberian makan yang tepat, termasuk pembiasaan pada nilai-nilai karakter yang baik. Fase ketiga adalah masa wajib belajar atau fase investasi sekolah melalui Wajib Belajar 12 Tahun dan penguatan pendidikan karakter. Fase keempat adalah masa di perguruan tinggi atau vokasi yang menargetkan peningkatan produktivitas dan daya saing SDM. Hal ini dibutuhkan agar Indonesia siap menghadapi bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada 2030 mendatang, meski saat ini sudah terdapat beberapa kabupaten dan provinsi yang sudah menikmati bonus demografinya masing-masing karena jumlah penduduk usia produktifnya mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk. Fase kelima adalah fase produktif yakni fase memasuki dunia kerja serta membangun keluarga berkualitas. Sejumlah negara di dunia sudah memasuki aging population, penduduk usia mudanya yang produktif semakin berkurang, seperti Jepang, Rusia, beberapa negara di Eropah Barat dan skandinavia, dsb. Fase keenam, adalah lansia dimana pada fase ini diharapkan bisa diwujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat. Dalam mengimplementasikan keenam fase tersebut, Kantor Kementerian PMK mengkoordinir pelaksanaan sejumlah program, di antaranya Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Bantuan Sosial (Bansos), Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan, Penanggulangan Bencana dan Disabilitas. Terakhir, semoga dengan kehadiran cetak biru siklus PMK itu akan sungguh-sungguh dijadikan sebagai kertas noot masing-masing pihak terkait baik dari unsur pemerintah atau bukan, baik instansi pusat atau pun daerah dalam melaksanakan seluruh kegiatannya masing-masing sehingga terselenggaralah satu harmoni pembangunan manusia Indonesia dan kebudayaan yang kita dambakan bersama. ( Penulis adalah guru besar, kini menjabat sebagai Ketua Senat Universitas Negeri Jakarta)

Redaksi

Redaksi

Next Post

Pemikiran Bung Karno dan Cetak Biru Pembangunan Manusia dan Kebudayaan" Oleh : Prof. DR.Hafid Abbas Pada 21 Februari 1959, satu analogi menarik dari isi kuliah umum Presiden Soekarno di hadapan para mahasiswa, dosen dan seluruh unsur sivitas akademika UGM di kampus UGM. Mengawali kuliah umumnya, pada saat itu, Bung Karno mengomentari cara ananda Lina, mahasiswa UGM, yang baru saja selesai memimpin lagu Indonesia Raya. Kepemimpinan Lina itu dianalogikan oleh Bung Kano bagaimana membangun Indonesia berdasarkan Pancasila. Selanjutnya, Bung Karno mengemukakan: “Di dalam penyelenggaraan masyarakat adil dan makmur semua memberikan tenaganya. Insinyur-insinyur memberi tenaganya, dokter-dokter memberi tenaganya, tukang-tukang gerobak memberi tenaganya, ahli-ahli ekonomi memberi tenaganya, semua memberi tenaganya. Bercorak macam, tetapi toh menjadi satu harmoni, menyusun satu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Tadi juga demikian, macam-macam suara saya dengar. Tetapi di bawah pimpinan ananda Lina, bukan main merdunya. Saya dengar ada suara bas; saya dengar ada suara laki-laki tetapi sopraan, seperti burung sikatan suara itu. Saya mendengar ada suara yang gemetar, ada suara yang betul-betul bergelora, tetapi semuanya bersama-sama memperdengarkan satu lagu “Indonesia Raya” yang membangkitkan keharuan hati” Analogi harmoni pemikiran Bung Karno ini terlihat pula serupa dengan harmoni pemikiran Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy, ketika mengemukakan pidato kuncinya (keynote address) tentang cetak biru (blueprint) PMK pada malam pembukaan Konferensi Forum Fakultas Ilmu Pendidikan dan Jurusan Ilmu Pendidikan (FIP-JIP), 5 Juli 2023 di Hotel Alana Yogyakarta, yang dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di tanah air, dan sejumlah pembicara dari Australia, Taiwan dan AS, Kerangka pemikiran berupa lingkaran itu memperlihatkan siklus perkembangan dan perjalanan hidup manusia mulai dari fase pranikah hingga usia lanjut. Tidak ada fase dari keseluruhan siklus perkembangan itu yang hanya menjadi tanggungjawab satu pihak atau satu institusi atau satu kementerian. Isu stunting misalnya memerlukan penanganan lintas sectoral, komprehensif dan memerlukan dukungan masyarakat luas karena sifat substansi dan persoalannya amat kompleks. Isu stunting sebagai contoh yang dialami anak yang kekurangan gizi, tumbuh lebih pendek dari standar balita seusianya, penyebabnya bermacam-macam, bisa saja bersumber dari perkawinan usia muda yang saat ini angkanya dinilai masih amat tinggi. Data BPS (2022) memperlihatkan jumlah yang menikah di bawah usia 15 tahun baik laki-laki atau pun perempuan masih di angka 2,26%; nikah di usia 16-18 tahun berjumlah 19,24%; nikah di usia 19-21 tahun 33,76%; nikah di usia 22-24 tahun 27,07%; dan nikah di usia 25-30 tahun 17,67%. Penyebabnya bermacam-macam, ada yang dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, ekonomi, dsb. Dengan peta fase-fase siklus perkembangan manusia ini, setiap fase memerlukan kehadiran begitu banyak pihak. Penanganan stunting misalnya, memerlukan tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, pemuka agama, ahli gizi, psikolog, dsb. Namun, kontribusi mereka masing-masing tetap dalam satu bingkai harmoni yang sinergis, beragam warna seperti yang tergambar begitu indah di lingkaran cetak biru pemikiran PMK seperti di pemaparan Muhadjir. Kembali kepada Lina, Bung Karno menuturkan: “Meskipun bermacam-macam alat, tetapi oleh karena ada pimpinan, pertama pimpinan daripada satu lembaran kertas, — apa namanya itu noot, bahasa Indonesianya not. Pola pembangunan yang dibuat oleh Dewan Perangcang Nasional ini, itulah kertas nootnya. Penyelenggara dari-pada pola ini, masyarakat ini tadi, yang terutama sekali terdiri daripada tenaga-tenaga fungsionil, menyelenggarakan pola ini bersama-sama di dalam satu irama yang merdu sehingga terselenggaralah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila …” Tiga Ragam Kertas Noot Kepemimpinan Lina dalam menyanyikan Indonesia Raya, cetak biru penuntun yang memandunya adalah Noot Balok Indonesia Raya. Lina sebagai pemimpin dapat saja berganti setiap saat, tetapi Noot Baloknya akan tetap jadi panduan bagi siapa pun yang akan memimpin lagu Indonesia Raya. Begitu pula kepemimpinan Bung Karno untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, ia akan dipandu oleh nootnya sendiri yakni Pola Pembangunan yang telah dipersiapkan oleh Dewan Perancang Nasional yang di kala itu dipimpin oleh Muhammad Yamin. Demikian pula kepemimpinan Muhadjir Effendy yang mengkoordinir urusan di bidang PMK, ia akan dipandu oleh nootnya sendiri yakni cetak biru lingkaran siklus PMK dengan beragam warna dengan sejumlah lapisan-lapisan lingkaran. Isi dari cetak biru itu, kelihatannya (dari berbagai sumber), intinya seperti berikut. Fase pertama adalah prenatal dan ASI atau disebut juga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada fase ini yang menjadi perhatian adalah memastikan kecukupan gizi dan pola asuh bayi, dan balita, untuk mencegah gagal tumbuh atau stunting. Pada fase ini diakui amat rumit dan penanganannya tidak mudah, memerlukan dukungan banyak pihak, namun tetap dalam bingkai sinergitas yang harmonis antara semua kalangan terkait baik di pusat atau pun di daerah, baik dari unsur pemerintah atau bukan. Fase kedua adalah usia dini anak yakni fase yang penting dalam perkembangan karakter anak. Pemerintah telah menginisiasi beragam upaya, seperti: Program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) yang memaksimalkan kemampuan kognitif anak, di antaranya stimulasi psikologis, pola asuh yang tepat, pemberian makan yang tepat, termasuk pembiasaan pada nilai-nilai karakter yang baik. Fase ketiga adalah masa wajib belajar atau fase investasi sekolah melalui Wajib Belajar 12 Tahun dan penguatan pendidikan karakter. Fase keempat adalah masa di perguruan tinggi atau vokasi yang menargetkan peningkatan produktivitas dan daya saing SDM. Hal ini dibutuhkan agar Indonesia siap menghadapi bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada 2030 mendatang, meski saat ini sudah terdapat beberapa kabupaten dan provinsi yang sudah menikmati bonus demografinya masing-masing karena jumlah penduduk usia produktifnya mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk. Fase kelima adalah fase produktif yakni fase memasuki dunia kerja serta membangun keluarga berkualitas. Sejumlah negara di dunia sudah memasuki aging population, penduduk usia mudanya yang produktif semakin berkurang, seperti Jepang, Rusia, beberapa negara di Eropah Barat dan skandinavia, dsb. Fase keenam, adalah lansia dimana pada fase ini diharapkan bisa diwujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat. Dalam mengimplementasikan keenam fase tersebut, Kantor Kementerian PMK mengkoordinir pelaksanaan sejumlah program, di antaranya Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Bantuan Sosial (Bansos), Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan, Penanggulangan Bencana dan Disabilitas. Terakhir, semoga dengan kehadiran cetak biru siklus PMK itu akan sungguh-sungguh dijadikan sebagai kertas noot masing-masing pihak terkait baik dari unsur pemerintah atau bukan, baik instansi pusat atau pun daerah dalam melaksanakan seluruh kegiatannya masing-masing sehingga terselenggaralah satu harmoni pembangunan manusia Indonesia dan kebudayaan yang kita dambakan bersama. ( Penulis adalah guru besar, kini menjabat sebagai Ketua Senat Universitas Negeri Jakarta)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

*Melanjutkan Semangat Kartini, Jasa Raharja Dorong Perempuan Lebih Berdaya*

22 April 2026

*LKPI Kalbar Dorong Solusi Nasional untuk Nelayan, Burhan: Hasil Diskusi Akan Dilaporkan ke Presiden*

21 April 2026

*Alumni ’81 SMA Negeri 4 Pontianak Reuni dan Halal Bihalal di Kediaman Mas Rubeni di Jongkat*

20 April 2026

*Alumni SMAN 4 PTK Dapat Penghargaan PIN Emas Pendonor 100 Kali: Dedikasi Tanpa Henti, Mahfud Sidiq Bertekad Donor Darah Seumur Hidup*

20 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

1 Januari 2024

KOPDAR Akbar SGB 2 ,Serta ULTAH SGB 2

12 Mei 2023
Pertemuan Kapolres dan AMP

Sebagian AMP Bali Mengutarakan Keluh kesah atas Demo AMP Yg selama ini terjadi

9 Mei 2023

Peresmian BBH Pontianak Buka Era Baru di Kubu Raya: Heboh Berkah, Peluang Income Meroket!🚀”

19 Desember 2023

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

2

Ahli Waris Gugat Ke PTUN Minta Sertifikat yang Dikeluarkan BPN Landak Dibatalkan, Sidang Lapangan Berlangsung Lancar

1

Rendy Lesmana, SH Siap Maju Caleg DPRD Kalbar untuk Masyarakat Pontianak

1
Img 20240331 164004 6933625441909282089039.jpg

DPW BAIN HAM-RI dan HAMAS Kalbar Berkolaborasi Membagikan Takjil Berbuka Puasa Kepada Masyarakat Pengendara Motor

1

*Melanjutkan Semangat Kartini, Jasa Raharja Dorong Perempuan Lebih Berdaya*

22 April 2026

*LKPI Kalbar Dorong Solusi Nasional untuk Nelayan, Burhan: Hasil Diskusi Akan Dilaporkan ke Presiden*

21 April 2026

*Alumni ’81 SMA Negeri 4 Pontianak Reuni dan Halal Bihalal di Kediaman Mas Rubeni di Jongkat*

20 April 2026

*Alumni SMAN 4 PTK Dapat Penghargaan PIN Emas Pendonor 100 Kali: Dedikasi Tanpa Henti, Mahfud Sidiq Bertekad Donor Darah Seumur Hidup*

20 April 2026
Currently Playing

About Us

Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Media Digital Online

Developer by.
WBDC - West Borneo Digital Creative

Company by.
PT. Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Categories

Tags

Action Adventure bank kalbar bengkayang bidhumaspoldakalbar caleg Console divhumaspolri DPRD edi kamtono eSport imigrasi pontianak Indonesia jasa raharja kalbar Kalimantan Barat kapolres Kapolresta Pontianak kejati kalbar klarifikasi Kodaeral XII Kubu raya Laki lsm maung masyarakat mempawah Open World Pemilu Polda Kalbar PoldaKalbar Polisi Politik Polresta Pontianak polripresisi Pontianak Pontianak Metro Post Pontianakmetropost.online ptpn ptpn I ptpn IV Pwi Racing SINGKAWANG Sport Strategy
  • Log In
  • About
  • Contact
  • Advertise
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDCBuy Instagram VerificationSMM Panel

No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDC

Lewat ke baris perkakas
  • Tentang WordPress
    • WordPress.org
    • Dokumentasi
    • Belajar WordPress
    • Bantuan
    • Umpan balik
  • Masuk Log
  • Daftar