Kubu Raya-pontianakmetropost.com
Info_PAS – Nuansa kebersamaan dan kepedulian sosial terasa hangat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak saat memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Dalam momen penuh makna ini, Lapas Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam berbagi dengan menyembelih dan menyalurkan hewan qurban, tidak hanya kepada warga binaan, tetapi juga masyarakat sekitar, Sabtu (7/6).
Tahun ini, sebanyak 17 ekor hewan qurban — terdiri dari 10 ekor sapi dan 7 ekor kambing — dipotong selama dua hari pelaksanaan. Proses penyembelihan hingga distribusi berlangsung tertib, aman, dan lancar, berkat kolaborasi solid antara petugas dan warga binaan yang turut aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Mulai dari pemotongan, pengemasan, hingga pendistribusian, seluruh tahapan dilakukan secara gotong royong. Suasana kekeluargaan begitu terasa, memperlihatkan bahwa nilai-nilai solidaritas dan kebersamaan tetap tumbuh meski di balik jeruji.
Penyaluran daging kepada masyarakat dilakukan langsung di halaman depan Lapas Pontianak. Masyarakat yang sebelumnya telah didata hadir secara tertib untuk menerima haknya. Daging qurban diserahkan langsung oleh Kepala Lapas Pontianak, Mut Zaini, didampingi oleh jajaran petugas serta pengamanan dari Polsek Sungai Raya dan Kodim 1207 Pontianak.
Dalam keterangannya, Kalapas Mut Zaini menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bermakna ibadah, namun juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Ia berharap semangat berbagi ini bisa memberikan kehangatan dan harapan, baik bagi warga binaan maupun masyarakat di luar tembok lapas.
Semoga apa yang kami berikan dapat diterima dengan lapang hati. Jangan dilihat dari nilainya, tapi dari keikhlasan kami dalam berbagi. Ini adalah bentuk rasa syukur dan cinta kasih kami kepada Allah SWT serta kepada sesama,” ujar Zaini.
Penyaluran daging qurban kepada masyarakat dimulai pukul 16.00 WIB, dan berlangsung tertib hingga selesai. Momen ini menjadi cerminan bahwa meski berada di dalam lembaga pemasyarakatan, semangat kemanusiaan dan kebersamaan tetap bisa tumbuh dan menyala terang.
Jurnalis : reni













