Pontianak, Pontianak Metro Post
Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Burhanuddin Abdullah, SH mengungkapkan ada 3 tokoh besar Kalbar yang berpotensi memimpin Kalimantan Barat (Kalbar) untuk periode 2024 – 2029.
Burhan – panggilan akrab Burhanuddin Abdullah- mengatakan ke 3 tokoh besar tersebut adalah pertama Incumbent H.Sutarmidji, SH,M.Hum, kedua H.Muda Mahendrawan,SH sekarang menjabat sebagai bupati Kubu Raya dan ketiga anggota DPR-RI Lasarus,S.Sos,M.Si.
“Ketiga tokoh ini punya kans besar untuk menjadi orang nomor satu di Kalimantan Barat”, ungkap Burhan kepada media ini Senin (14/08/2023).
Menurut Burhan ketiga orang ini punya kemampuan memimpin Kalbar, karena sama sama memiliki pengalaman kerja yang tak diragukan lagi.
Burhan memaparkan seperti Tokoh Muda Mahendrawan memiliki pengalaman di pemerintahan sebagai bupati Kubu Raya selama dua periode. “Tentunya pengalaman di pemerintahan ini menjadi modal dasar dia untuk meraih suara pada pilgub yang akan datang”, pungkasnya.
Tokoh ke dua Incumbent H.Sutarmidji memiliki pengalaman pernah menjadi anggota dewan DPRD Kota Pontianak, menjadi wakil walikota Pontianak, menjadi walikota Pontianak 2 periode dan terakhir menjadi gubernur Kalbar.
Tokoh ke tiga Lasarus anggota DPR-RI ini berpengalaman sebagai Ketua Komisi V DPR-RI, Bidang Anggaran DPR-RI. “Beliau di DPR-RI sudah beberap periode. Selain menjadi tokoh lokal Kalbar, beliau juga merupakan tokoh nasional, beliau juga memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi “, ungkap Burhan.
Oleh sebab itu Burhan menghimbau agar masyarakat memilih pemimpin yang tepat. ” Bisa membangun sinergitas antara pemerintah, DPRD dan masyarakat. Jangan salah pilih”, ungkap Burhan.
“Agar pembangunan Kalbar dapat berjalan dengan harapan kita semua. Dan mampu mewujudkan pembangunan yang bersinergitas dan kondusif”, jelasnya
Menjawab pertanyaan, Burhan mengatakan provinsi Kalbar yang cukup luas dan berbatasan dengan Kuching, Serawak Malaysia Timur ini memerlukan pemimpin yang dapat membuat kebijakan yang mensejahterakan rakyat.
Pemimpin yang akan datang harus mampu membangun infrastruktur di seputar perbatasan Kalbar, misalnya jalan harus bagus, listrik harus tersedia dengan baik, bidang kesehatan harus terpenuhui, sembako mudah diperoleh, kedua komunikasi dan transportasi harus berjalan dengan sebaik mungkin.
” Kalau ini tidak terpenuhi, maka warga perbatasan akan terlayani semua fasilitas tersebut dari negara tetangga Malaysia. Akibatnya mereka bisa jadi berpindah kewargaan negaranya atau rasa nasionalismenye bisa berkurang. Sebab batas negara kita hanya ditandai dengan patok batas saja”, ungkapnya.
Dibidang sumber daya alam (SDA) pemimpin yang akan datang harus mampu menggali potensi SDA yang ada. “Di Kalbar semua SDA ada, mulai hasil hutan, hasil air, hasil pertambangannya ada. Jadi bisa meningkatkan PAD Kalbar, ini mampu membangun Kalbar dengan hasil pendapatan yang luar biasa”, pungkas Burhan.
” Jadi jangan terlalu mengandalkan dana dari APBN, apalagi nanti Kalbar masuk zona IKN (ibu kota negara). Jika IKN berkembang efeknya akan dirasakan masyarakat Kalbar. ” Nah Kalbar harus siap siap 5 tahun kedepan merasakan efek dari IKN ini. Jadi Kalbar memerlukan pemimpin yang hebat. Bukan saja ahli memimpin rakyatnya , tetapi pemimpin yang bisa menggali pendapatan asli daerah (PAD) melalui SDAnya. Terutama menggali potensi alamnya”, tegas Burhan lagi.
Begitupula pembangunan SDM nya menurut Burhan harus berbarengan. “Tempatkan para pejabat dilingkungan pemerintahan harus sesuai dengan keahlian atau kemampuannya. Bukan berdasarkan kelompok atau politik. Di Kalbar ini tidak kurang orang orang yang yang hebat yang ahli dibidangnya “, beber Burhan lagi..(buyung)














