
Pontianak – Pontianakmetropost.com
Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar dan usia produktif, Jasa Raharja Kalimantan Barat menggelar Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMKN 8 Pontianak Utara, Rabu (25/06/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis Jasa Raharja dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini melalui peran aktif para pengajar di lingkungan sekolah.
Kepala Unit Keuangan, Akuntansi, dan ESG Jasa Raharja Kalbar, Silvia Desri, menjelaskan bahwa guru memiliki posisi strategis sebagai figur teladan dan pengingat moral bagi para siswa. Dalam sesi PPKL ini, Silvia mengajak seluruh pengajar untuk menyisipkan edukasi keselamatan lalu lintas dalam proses belajar mengajar, sebagai bentuk kepedulian terhadap nyawa anak didik mereka.
“Kami berharap para guru dapat menjadi contoh nyata dalam berkendara yang aman dan bertanggung jawab. Keselamatan lalu lintas bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab semua pihak, termasuk pendidik,” tegas Silvia.
Dalam kegiatan tersebut, para guru dibekali pemahaman mengenai perlindungan hukum bagi penumpang angkutan umum sesuai Undang-Undang No. 33 Tahun 1964, serta perlindungan terhadap korban kecelakaan lalu lintas jalan berdasarkan Undang-Undang No. 34 Tahun 1964. Edukasi ini penting untuk membentuk pemahaman menyeluruh di kalangan guru agar dapat menyampaikan informasi yang akurat dan berdampak kepada para siswa.
Turut hadir Kanit Kamsel Polresta Pontianak, yang menyampaikan paparan mengenai tren kecelakaan di wilayah Pontianak. Ia menekankan pentingnya keteladanan dari guru dalam membangun karakter pelajar yang disiplin dan tertib berlalu lintas.
“Kami menemukan tren pelanggaran lalu lintas meningkat di kalangan pelajar. Peran sekolah sangat krusial dalam mencegah tragedi di jalan raya. Gunakan helm standar, patuhi rambu, dan utamakan keselamatan,” ujarnya dalam sesi pemaparan.
Tak hanya paparan satu arah, kegiatan PPKL juga menghadirkan sesi interaktif dan diskusi terbuka. Para guru menyampaikan pengalaman, tantangan, serta strategi untuk mengintegrasikan nilai-nilai keselamatan berlalu lintas dalam pembelajaran.
Dengan dilaksanakannya program ini, Jasa Raharja berharap tumbuhnya sinergi antara sekolah, aparat, dan lembaga keselamatan dalam menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan berkendara, demi menekan angka kecelakaan yang merenggut masa depan generasi muda.(reni)













