
GEMPOL -Liputandewata.com
Jalan raya Beji Rabu (10/5) menjelang siang mendadak ramai. Tiba-tiba terdengar suara teriakan, jambret…jambret…Teriakan itu berasal dari seorang lelaki yang terlihat mengejar dua pria. Tanpa dikomando, warga yang sedang asyik ngopi langsung bergerak. Mengejar dua pria yang diduga pelaku jambret.
Dua pria yang terindikasi pelaku jambret, terlihat panik. Satu lari ke selatan, satu lagi lari ke arah lapangan desa. Tapi pelarian dua pria ini sia-sia. Keduanya berhasil tertangkap. Seketika itu kedua pelaku jambret langsung jadi sasaran amuk massa. Mereka dihajar bahkan nyaris tewas, jika polisi tak datang cepat.
Itulah peristiwa jambret yang terjadi di Desa Wonokoyo. Dua pelaku yang luka parah, berhasil diamankan dan harus dilarikan ke RS Pusdik Gasum. Mereka harus mendapat perawatan sebelum diamankan ke mapolsek
setelah kejadian, insiden jambret itu terjadi sekitar pukul 10.00. Bermula dari korban yang merupakan pasangan suami istri asal Korban Warga Dusun Kedanten, Desa Wonokoyo, melintas di Jalan raya Beji. Tiba-tiba saat melaju, mereka disalip dua pelaku yang mengendarai motor.
Salah satu pelaku, kemudian mengambil paksa kalung korban yang ada di boncengan. Merasa jadi korban kejahatan, sang istri berteriak dan sang suami sigap. Mereka mengejar dua pelaku. Persis di dekat balai Desa Wonokoyo, sang suami yang Namanya belum diketahui itu, menendang motor pelaku.
Akibatnya, motor dua pelaku terjatuh. Begitu pula pasutri yang mengejar. “Setelah terjatuh, dua pelaku langsung kabur. Tetapi masih dikejar oleh sang suami yang jadi korban,” beber Sohib, 53, warga sekitar.
Dengan kondisi kepala terluka, rupanya korban tetap mengejar dua pelaku. Hingga saat pelaku kabur setelah terjatuh, teriakan korban terdengar massa. Kebetulan di lokasi sekitar menjelang siang itu, sedang ramai.
Satu pelaku yang kabur ke arah selatan, langsung dimassa hingga masuk sungai. Satu lagi kabur ke lapangan. Nah, pelaku yang kabur ke lapangan, terjebak larena buntu. Hingga ikut dihajar juga,” beber Sohib.
Dua pelaku jambret lalu diseret di balai desa. Untungnya polisi lalu datang dan mengamankannya.
Setelah pelaku diamankan, massa belum puas. Motor pelaku yang masih tertinggal di lokasi, langsung dibakar hingga menyisakan kerangka.
Massa masih marah. Sebab bukan hanya kali ini terjadi jambret. Sebelum puasa lalu juga terjadi. Ciri-cirinya persis dengan dua pelaku yang tertangkap ini. Makanya massa meluapkan emosinya,” beber warga lainnya.
TRIYAN reporter liputanDewata.com
Editor : sugeng












