Sibolga – Pontianak Metro Post
Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Sumatera Utara menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap keberadaan depot Pertamina Patra Niaga Sumbagut di Kota Sibolga yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Lokasi depot yang hanya berjarak 50 hingga 100 meter dari rumah warga dan sekolah dasar dinilai tidak memenuhi standar keamanan.
Presiden DEM Sumut, M. Fahrozi Arif, menegaskan bahwa kondisi ini sangat meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan bencana. “Kami dari Dewan Energi Mahasiswa Sumatera Utara sangat prihatin dengan kondisi depot Pertamina Patra Niaga Sumbagut di Sibolga. Jarak depot yang hanya 50-100 meter dari rumah penduduk dan sekolah dasar jelas tidak memenuhi standar keamanan dan sangat membahayakan keselamatan masyarakat, apalagi dengan maraknya kasus kebakaran dan ledakan di fasilitas serupa,” ujar Fahrozi dalam pernyataannya, Kamis (11/7).
Selain soal keselamatan, DEM Sumut juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak Pertamina yang mengakibatkan maraknya praktik pencurian, penimbunan, dan pengoplosan BBM bersubsidi. Praktik ini disebut merugikan negara dan membahayakan masyarakat.
“Suara masyarakat Sibolga harus didengar. Kami tidak akan berhenti memperjuangkan hak warga atas lingkungan yang aman dari ancaman depot BBM yang terlalu dekat dengan pemukiman dan sekolah. Kami mendesak pemerintah dan Pertamina segera bertindak nyata, bukan hanya janji, karena keselamatan masyarakat adalah harga mati,” tegas Fahrozi.
Sementara itu, pengurus DEM Sumut, Edwansyah Siahaan, menambahkan bahwa dari aspek hukum, keberadaan depot tersebut telah melanggar berbagai ketentuan perundang-undangan.
“Pertamina telah melanggar berbagai aturan, mulai dari Peraturan Menteri ESDM hingga Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Lingkungan Hidup. Kami mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat, melakukan audit lingkungan, dan menindak tegas mafia migas di Sumatera Utara. Kami juga meminta relokasi depot Pertamina Sibolga ke lokasi yang lebih aman demi melindungi hak masyarakat atas lingkungan yang sehat dan jauh dari ancaman bencana,” kata Edwansyah.
Ia juga menegaskan bahwa DEM Sumut tidak akan tinggal diam. “Kami tidak akan diam melihat depot BBM yang membahayakan warga dan lingkungan. Kami mendesak pemerintah dan Pertamina segera bertindak nyata, bukan hanya janji, karena keselamatan masyarakat adalah harga mati,” pungkasnya.(rd/zi)















