JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan DPR RI dan DPD RI menyelenggarakan Dialog Antar Peradaban Internasional di Gedung Nusantara V DPR RI, Jakarta, pada Rabu (10/6). Forum strategis ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, konflik kemanusiaan, serta tantangan hubungan antarnegara yang semakin kompleks.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim dalam dialog tersebut menegaskan bahwa meningkatnya konflik geopolitik, krisis kemanusiaan, dan melemahnya komunikasi antarnegara menuntut hadirnya ruang dialog yang lebih kuat, terbuka, dan inklusif.
Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi jembatan peradaban dunia melalui nilai-nilai moderasi, toleransi, dan hidup berdampingan secara damai yang selama ini menjadi karakter bangsa.
“Dialog antar peradaban harus terus diperkuat sebagai sarana membangun saling pengertian, memperkuat kepercayaan, dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan global yang mengancam perdamaian dunia,” katanya.

Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Dialog Antar Peradaban Internasional ini mempertemukan tokoh nasional, pemimpin agama, akademisi, diplomat, hingga perwakilan negara sahabat. Para peserta saling bertukar gagasan dan pengalaman mengenai berbagai tantangan global yang dihadapi masyarakat internasional saat ini, sekaligus menekankan pentingnya komunikasi lintas bangsa, agama, dan budaya sebagai instrumen utama mencegah konflik.
Event internasional ini menghasilkan seruan bersama yang menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas global, menolak segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan intoleransi. Forum tersebut juga mendorong penyelesaian berbagai konflik melalui diplomasi, dialog konstruktif, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal.
Melalui penyelenggaraan agenda besar ini, MUI berharap Indonesia dapat terus berperan aktif sebagai pelopor dialog dan kerja sama lintas peradaban. Langkah nyata ini diharapkan mampu mewujudkan tatanan dunia yang lebih damai, harmonis, dan berkeadilan bagi seluruh umat manusia. (Renaldy)












