Oleh: Dato.Drs.Hendry Jurnawan, S.IP.
Suatu pertanyaan diawali dengan “5 B” ( Benarkah BPJS Bermanfaat Bagi Bangsa)? Pertanyaan ini ingin menjawab keraguan sebagian orang terhadap program BPJS. Pada sabtu, tanggal 15 July 2023 adalah Hari ulang tahun BPJS ke 55. Kalau dihitung dari akhir tahun 2014 mulainya BPJS hingga sekarang sudah hampir satu dasawarsa.
Saya kini berusia 70 tahun, peserta aktip BPJS no 00..…489, mendapatkan faskes ( fasilitas kesehatan ) pertama di Klinik “S.M” di Sunter Kemayoran, yang buka 24 jam, hari muinggu libur juga buka, daerah Sunter Kemayoran, dekat rumah ternyata sangat bermanfaat bagi saya, karena terbuka setiap saat
Faskes I selalu rujuk ke rumah sakit, bila penyakit perlu ditangani lebih lanjut. Kerja sama antar rumah sakit juga sangat komunikatif, selalu rujuk ke rumah sakit kelas lebih tinggi, bila peralatan kurang lengkap.
Saya sangat beruntung, rujukan rumah sakit kelas C hingga kelas A, Karena rumah sakit A baru ada peralatan dan kelengkapan modern dan mutahir. Saya sempat disuntik oleh “dr Ir”. specialis mata, satu kali di pojok sebelah kiri konjutiva (selaput mata pojok) karena bocor saraf, pada tanggal 16 Maret 2022, di rumah sakit tentara, “GS” sekaligus rumah sakit kepresidenan. Sekali suntik langsung sembuh.
Dilanjutkan pada tanggal 20 july 2022, oleh seorang dokter yang sama “dr Ir” berpangkat kolonel, mata kiri katarak saya, ganti lensa, di rumah sakit angkatan darat, daearah senen, sekarang penglihatan sangat baik, semua gratis, tidak bayar satu sen.
Semula banyak orang asal ngomong serta menyalahkan , jangan gunakan fasilitas BPJS, dokter nya tidak tangani dengan ikhlas. Sebaiknya kita jangan sembarang tuduh, kalau tidak ada bukti. Jiwa seorangan dokter sangat pri kemanusian, prinsipnya ingin menyelamatkan jiwa pasien, tujuan bukan cari duit. Kalau seseorang mau kaya sebaiknya jadi pengusaha saja.
BPJS banyak program, saya tergabung dalam anggota Prolanis. Apa pula lagi prolanis itu ? Ternyata Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) adalah program untuk meningkatkan kualitas hidup para peserta, khususnya bagi yang mengidap penyakit kronis dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Perkumpulan ini banyak kegiatan, tiap sabtu ada senang sehat, pada minggu tertentu ada ceramah edukasi tentang kesehatan oleh dokter berpengalan, dan periksa darah, semua gratis tidak ada bayar iuran anggota. Masih kurang apa BPJS ?
Ada pula “PRB”. Apa pula itu?
PRB adalah program pelayanan rujuk balik kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang. Bagi yang menyandang penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus bisa mencapai kualitas hidup optimal dan dapat mencegah timbulnya komplikasi .
Singkatnya maksud PRB, adalah selama 3 bulan, pasien dapat ambil obat yang ditentukan dokter setiap bulan di faskes pertama. Itu pun gratis
Pengalaman berikutnya, saya selalu dapat rujukan di rumah sakit “H.K.”, kelas B, di daerah kemayoran, karena saya hipertensi dan diabetes, ditangani dokter penyakit dalam yaitu dr S.H. Sering dapat obat rutine dan periksa darah secara gratis.
Kalau ke dokter pakai fasilitas BPJS, katanya lama, perlu setengah atau hampir sehari. Ini bukan salah cara kerja BPJS, kita harus maklum, rupanya tidak sedikit pasien yang antri pula.
Suatu saat saya pernah EKG, ternyata hasilnya AV block derajat 1 . Saran dokter S.H., perlu rujuk ke “dr Y.P”, specialis jantung dan pembuluh darah. Oleh dr Y.P., setelah hasil treatmil, terdapat kelainan, disarankan kateter.
Pada tanggal 15 July 2023, ternyata hasil kateter terlihat sumbatan 50 sampai 70 % pada salah satu pembuluh darah di area jantung, maka dipasangkan satu buah ring di pembuluh darah. Hari itu ada tiga pasien, saya pasien pertama hanya sekitar 20 menit tindakan medis oleh dr Y.P., nginap satu malam, sudah boleh pulang, Oleh dokter berikan saya 8 jenis obat, pengencer darah, tekanan darah tinggi, jantung, ginjal dan lain sebagainya, selama satu bulan, dan konsul ulang serta kasih obat. Semua itu gratis.
Kalau dihitung dengan biaya pengobatan, selama hampir dua tahun, saya harus keluarkan ratusan juta demi kesehatan. BPJS sudah sangat baik, koq masih dituduh kurang bermanfaat? Kita yakin program BPJS makin lama makin baik sistim kerja. Jangan salahkan sekali berobat hanya satu jenis penyakit, tapi tidak dilarang datang keesokan hari untuk penyakit lain. Saya hanya cerita pengalaman sesungguhnya yang pernah saya alami.
Mudah-mudahan banyak masyarakat punya nilai positip terhadap BPJS seperti saya. Dirgahayu BPJS, kami membutuhkan kehadiranmu di negri tercinta Indonesia.( Penulis matan Wakil ketua PMI propinsi Kalbar. Pendonor darah 50 kali berhenti donor karena usia tua)(* red)














