Liputandewata- Redaksi
Mungkin engkau tak terlihat namun nyata dan nampak, sang penyaksi alam semesta penuh wibawa bagai pangeran di singgasana
Namun pelangi sekedar nampak bagai bayangan warna yang indah, terpancar di seluruh jagat raya
Engkau sebagai saksi ikatan dalam kesemuan, kau terlahir dari Dua Sanubari, walaupun Ahirnya harus gugur sebelum berperang
Pagi yang nampak seketika itu, engkau terlihat biasa-biasa saja tanpa ada hal yang harus di risaukan, namun seiring jam berganti jam waktu berganti waktu untaian dan juga pancaran sudah mulai terjadi perubahan,
Bak petir di siang hari yang menyambar, tanpa adanya badai dan hujan, Seiring menunjukkan betapa anugerah sang kuasa dihadirkan, seketika itu goncang dunia bergetar Arasy, melihat realita yang dalam sekejap meluluh lantahkan hati dan pikiran, menjadikan tubuh dan Sanubari tidak berdaya untuk melangkah
Dalam sekejap pun kegelisahan menghantui pikiran, seakan terasa dunia tanpa sang surya, Nampaklah gambaran tersulit dalam suatu keputusan harus dikendalikan,
Wujud cinta kasih yang engkau bangun, dalam anugerah sang maha pencipta harus gugur melawan hawa nafsu yang menyelimuti suatu insan,
Oooohhh TUHAN..
Oohhh …..sang PENCIPTA..
AMPUNILAH HAMBAMU INI YANG SELALU BERSIKAP SALAH DAN DOSA DAN BERLEMURAN NODA-NODA KEMAKSIATAN DAN JUGA KEZALIMAN
karya
SUGENG PRASETIO Redaksi liputandewata













