Pontianak – Pontianakmetropost.com
Memasuki hari keempat, Sabtu (30/8/2025), ribuan mahasiswa masih mengepung Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Namun, perjuangan panjang itu tetap menemui jalan buntu. Hingga kini, Ketua DPRD Kalbar tak juga berani memberikan jawaban tegas atas tuntutan yang sejak 27 Agustus lalu digemakan mahasiswa.
Kebisuan itu dianggap mahasiswa sebagai bentuk penghinaan terhadap suara rakyat. Alih-alih bersikap tegas, pimpinan dewan justru memilih bersembunyi di balik meja kekuasaan.
“Empat hari sudah kami bertahan, suara kami nyaring, tapi DPRD seperti tuli. Jangan sampai kami menganggap DPRD hanya boneka yang sibuk mengurus perutnya sendiri,” teriak salah satu orator dengan nada menyayat telinga.
Dalam orasinya, mahasiswa juga menegaskan sikap: Senin, 1 September 2025, mereka akan kembali mendatangi kantor DPRD. Kali ini, mereka menuntut adanya jawaban tegas, bukan sekadar janji-janji kosong.
“Jika Senin nanti Ketua DPRD masih bungkam, kami pastikan aksi ini akan membesar. Rakyat tidak butuh dewan penonton, rakyat butuh wakil yang berpihak!” lanjut orator dengan suara membara.
Aksi hari keempat ini pun ditutup dengan ancaman keras: mahasiswa berjanji tidak akan berhenti hingga tuntutan dipenuhi, bahkan siap melipatgandakan kekuatan massa bila DPRD terus bermain-main dengan aspirasi rakyat.
(Reni)














