Pontianak – Pontianakmetropost.com | 29 Agustus 2025
WK menilai, sikap Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, merupakan sebuah keberanian langka yang jarang ditemui dari pejabat daerah hari ini.
Di saat banyak kepala daerah memilih bermain aman, diam, atau pura-pura tuli demi mempertahankan kursi politik, Krisantus justru pasang badan demi rakyat dalam isu yang sangat konkret: kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mencekik.
Menurut WK, PBB menyasar langsung rakyat kecil. Kenaikannya bukan sekadar tambahan beban, melainkan ancaman nyata. “Banyak warga bisa kehilangan tanah atau rumah mereka karena tak sanggup membayar,” ujarnya.
Lebih jauh, WK menyinggung ironi kepemimpinan di Kalbar. “Di saat gubernurnya justru terjerat kasus korupsi, Krisantus tampil sebagai wajah kontras—berani, bersih, dan berpihak,” tegasnya.
WK juga menilai langkah Krisantus memiliki resonansi nasional. Isu ini bukan hanya soal Kalbar, tetapi juga contoh nyata kepemimpinan daerah yang berpihak pada rakyat, bukan tunduk pada oligarki pajak.
Jika daerah lain memiliki pemimpin seperti Krisantus:
Kenaikan pajak sepihak bisa dilawan dengan dasar hukum sekaligus moral.
Pemerintah pusat akan berpikir ulang sebelum menyeragamkan beban fiskal yang tidak adil.
Langkah Krisantus telah mengembalikan harapan bahwa masih ada pejabat yang berpikir sebagai manusia, bukan sekadar mesin tanda tangan kebijakan,” ucap WK.
Di tengah suara diam para elit, satu keberanian bisa menyalakan nyala api harapan rakyat,” sambungnya.
Menurut WK, apa yang dilakukan Krisantus bukan hanya bentuk loyalitas kepada konstituen, tetapi juga tamparan keras bagi pejabat lain.
“Jika tidak bisa berpihak pada rakyat, setidaknya jangan menjadi beban tambahan,” pungkas WK.
(Reni)














