Pontianak – Pontianakmetropost.com
27 Agustus 2025
Warga Kompleks Miari Residen 2, Ampera Raya, mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi selama dua hari berturut-turut. Pemadaman berlangsung dari pukul 11.00 siang hingga sore hari, membuat aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan keresahan mendalam.
“Bagaimana kami bisa beraktivitas kalau listrik mati berjam-jam seperti ini? Banyak warga yang menyimpan ikan segar dan bahan makanan lain di kulkas, jelas jadi rusak. Kami kerja pakai handphone dan laptop dari rumah juga lumpuh total. PLN harus bisa menjelaskan ini!” tegas salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kekecewaan warga kian memuncak lantaran sistem listrik di kawasan tersebut menggunakan voucher atau token, bukan tagihan bulanan. Artinya, masyarakat sudah membayar lebih dulu untuk bisa menikmati layanan, namun justru dirugikan oleh pemadaman tanpa pemberitahuan yang jelas.
“Ini sangat disayangkan. Kami butuh istirahat, butuh kenyamanan di rumah, bukan malah hidup dalam kegelapan siang bolong. PLN harus transparan, jangan hanya memadamkan tanpa alasan. Kami bayar, kami berhak atas pelayanan,” keluh warga lainnya dengan nada kesal.
Lebih parah lagi, upaya warga melapor melalui aplikasi PLN Mobile pun sia-sia. Tak adanya jaringan internet akibat mati lampu membuat pengaduan nyaris mustahil dilakukan.
Warga Ampera Raya mendesak pihak PLN segera memberikan penjelasan terbuka serta mencari solusi permanen agar pemadaman berjam-jam tidak lagi terjadi di wilayah mereka.
(Red)














