Pontianak Metro Post
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
No Result
View All Result
Pontianak Metro Post
No Result
View All Result
Home Berita Pontianak

Ledakan PETI, Kerusakan Lingkungan, dan Mati Rasa Penegakan Hukum

Kamis 4 Juni 2025

Redaksi by Redaksi
5 Juni 2025
in Berita Pontianak, Berita Utama, Berita Viral Hari Ini, Breaking News, Nasional
0
Img 20250605 wa0480 (1)
11
VIEWS
ADVERTISEMENT

Img 20250605 wa0480 (1)Pontianakmetropost.com
Pontianak, Kalimantan Barat, 5 Juni 2025

Pengamat hukum dan lingkungan, Herman Hofi Munawar, kembali menyoroti maraknya aktivitas tambang emas ilegal (PETI) yang semakin tak terkendali di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sanggau.

Dia menilai lemahnya penegakan hukum serta dugaan keterlibatan oknum penegak hukum dan pemangku kebijakan semakin menambah daftar kelam pengelolaan sumber daya alam di daerah ini.

ADVERTISEMENT

“Masalah ini bukan hanya terjadi di daratan, tetapi juga makin parah di sungai. Ini kejahatan berat yang merusak ekosistem dan membunuh masa depan masyarakat adat dan pedesaan,” kata Herman dalam keterangan tertulis kepada PontianakMetroPost, Rabu (4/6).

Menurut Herman, kerusakan lingkungan akibat PETI meliputi:

Pencemaran Sungai: Limbah merkuri dan sianida mengalir ke sungai, mengancam kehidupan biota air, merusak habitat ikan, dan mencemari air yang digunakan warga.

Deforestasi Masif: Pembabatan hutan untuk membuka lahan tambang ilegal mempercepat laju kerusakan hutan hujan tropis.

Kerusakan kawasan hulu memicu banjir bandang dan longsor yang mengancam keselamatan warga.

Hilangnya Lahan Produktif: Sawah dan ladang masyarakat berubah menjadi kolam tambang yang berbahaya.

“Sudah banyak yang mencolok, tapi penegakan hukumnya mandek. Kalau ada yang diproses, kerap kali hanya simbolis saja—dilepas dengan dalih konyol. Ini sudah menampar akal sehat publik,” katanya tegas.

Herman menegaskan bahwa kejahatan lingkungan yang terjadi ini telah melanggar berbagai regulasi, antara lain:

UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya Pasal 98 (ancaman pidana bagi pelaku pencemaran lingkungan).

UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mewajibkan izin dan pengelolaan lingkungan bagi setiap kegiatan tambang.

PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengatur baku mutu air dan pencegahan pencemaran.

Ironisnya, di balik retorika pembangunan berkelanjutan (sustainable development), praktik di lapangan menunjukkan keterlibatan para “cukong” besar yang memanfaatkan masyarakat kecil sebagai bumper.

“Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang semestinya jadi ruang legal justru jadi topeng bagi cukong-cukong besar. Rakyat hanya dijadikan alat, yang untung mereka juga. Ini tidak adil!” tukasnya.

Herman menambahkan, lemahnya pengawasan membuat para pelaku PETI seolah jadi “ternak peliharaan” oleh oknum penegak hukum dan pemangku kebijakan yang semestinya melindungi rakyat dan alam.

Kedatangan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kalimantan Barat dalam agenda Panen Nasional Jagung diharapkan menjadi momen penting untuk menegaskan komitmen terhadap penegakan hukum dan perlindungan lingkungan.

Herman menilai, inilah saatnya Presiden dan Kapolri memberi tindakan nyata, bukan sekadar seremonial.

“Presiden dan Kapolri harus berani memerintahkan penindakan tegas, memeriksa aliran dana dan siapa cukong di balik PETI. Bongkar semua aktor yang merusak, termasuk oknum penegak hukum dan pejabat daerah yang bermain di belakang layar,” pintanya.

Herman mengingatkan, kerusakan yang terjadi sudah tidak bisa ditolerir. Generasi masa depan terancam hanya akan mewarisi limbah berbahaya dan tanah yang hancur.

“Tidak ada waktu lagi untuk kompromi dengan perusak lingkungan. Negara harus hadir, tegas, dan berpihak pada rakyat. Hentikan pembiaran, dan pulihkan hak-hak masyarakat adat serta petani yang menjadi korban,” pungkasnya.

(Reni)

Views: 465
Tags: Kerusakan LingkunganLedakan PETI
Mau Pasang Iklan? Klik disini.
Previous Post

*PUPR Kota Pontianak Tegaskan Drainase Jalan Media Lancar dan Bebas Sampah*

Next Post

*Jejak Daging dan Bawang Selundupan: Gudang Ilegal di Pontianak Mulai Terendus”

Redaksi

Redaksi

Next Post
Img 20250605 wa0491

*Jejak Daging dan Bawang Selundupan: Gudang Ilegal di Pontianak Mulai Terendus”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

*Melanjutkan Semangat Kartini, Jasa Raharja Dorong Perempuan Lebih Berdaya*

22 April 2026

*LKPI Kalbar Dorong Solusi Nasional untuk Nelayan, Burhan: Hasil Diskusi Akan Dilaporkan ke Presiden*

21 April 2026

*Alumni ’81 SMA Negeri 4 Pontianak Reuni dan Halal Bihalal di Kediaman Mas Rubeni di Jongkat*

20 April 2026

*Alumni SMAN 4 PTK Dapat Penghargaan PIN Emas Pendonor 100 Kali: Dedikasi Tanpa Henti, Mahfud Sidiq Bertekad Donor Darah Seumur Hidup*

20 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

1 Januari 2024

KOPDAR Akbar SGB 2 ,Serta ULTAH SGB 2

12 Mei 2023
Pertemuan Kapolres dan AMP

Sebagian AMP Bali Mengutarakan Keluh kesah atas Demo AMP Yg selama ini terjadi

9 Mei 2023

Peresmian BBH Pontianak Buka Era Baru di Kubu Raya: Heboh Berkah, Peluang Income Meroket!🚀”

19 Desember 2023

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

2

Ahli Waris Gugat Ke PTUN Minta Sertifikat yang Dikeluarkan BPN Landak Dibatalkan, Sidang Lapangan Berlangsung Lancar

1

Rendy Lesmana, SH Siap Maju Caleg DPRD Kalbar untuk Masyarakat Pontianak

1
Img 20240331 164004 6933625441909282089039.jpg

DPW BAIN HAM-RI dan HAMAS Kalbar Berkolaborasi Membagikan Takjil Berbuka Puasa Kepada Masyarakat Pengendara Motor

1

*Melanjutkan Semangat Kartini, Jasa Raharja Dorong Perempuan Lebih Berdaya*

22 April 2026

*LKPI Kalbar Dorong Solusi Nasional untuk Nelayan, Burhan: Hasil Diskusi Akan Dilaporkan ke Presiden*

21 April 2026

*Alumni ’81 SMA Negeri 4 Pontianak Reuni dan Halal Bihalal di Kediaman Mas Rubeni di Jongkat*

20 April 2026

*Alumni SMAN 4 PTK Dapat Penghargaan PIN Emas Pendonor 100 Kali: Dedikasi Tanpa Henti, Mahfud Sidiq Bertekad Donor Darah Seumur Hidup*

20 April 2026
Currently Playing

About Us

Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Media Digital Online

Developer by.
WBDC - West Borneo Digital Creative

Company by.
PT. Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Categories

Tags

Action Adventure bank kalbar bengkayang bidhumaspoldakalbar caleg Console divhumaspolri DPRD edi kamtono eSport imigrasi pontianak Indonesia jasa raharja kalbar Kalimantan Barat kapolres Kapolresta Pontianak kejati kalbar klarifikasi Kodaeral XII Kubu raya Laki lsm maung masyarakat mempawah Open World Pemilu Polda Kalbar PoldaKalbar Polisi Politik Polresta Pontianak polripresisi Pontianak Pontianak Metro Post Pontianakmetropost.online ptpn ptpn I ptpn IV Pwi Racing SINGKAWANG Sport Strategy
  • Log In
  • About
  • Contact
  • Advertise
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDCBuy Instagram VerificationSMM Panel

No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDC

Lewat ke baris perkakas
  • Tentang WordPress
    • WordPress.org
    • Dokumentasi
    • Belajar WordPress
    • Bantuan
    • Umpan balik
  • Masuk Log
  • Daftar