


Pontianak, Pontianak Metro Post
H.Syahril Mochtar telah resmi menjadi menjadi Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Kalbar periode 2023-2028.
H. Syahril Mochtar di Lantik oleh Capt H.Subandi dari Badan Pengurus Pusat (BPP) GINSI Pusat di Hotel Mahkota, Selasa (19/12/2023).
Tampak hadir para tamu undangan antara lain Pj. Gubernur di wakili oleh Asisten III, Mewakili Kapolda, Mewakili Pangdam, Mewakili Kajati, Mewakili Walikota, Kepala KSOP dan para pengusaha importir.
H.Syahril Mochtar dalam sambutannya mengatakan terimakasihnya kepada ketua BPP yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memajukan importir yang ada di Kalbar.
“Saya dan kawan-kawan siap dan bersedia menerima mandat dari BPP, itulah yang kami laksanakan supaya Kalbar bisa bergerak dengan hebat”.ujar Syahril.

Di tambah wakil ketua Umum DPD Ginsi Kalbar M. Rully mengatakan, dengan adanya Pelabuhan Kijing akan menjadi salah satu pintu masuk Indonesia dalam kegiatan perdagangan ekspor dan impor.
“Semoga dengan adanya BPD GINSI Kalimantan Barat dapat bersinergi dan dapat menumbuhkan tingkat perekonomian masyarakat yang ada di Kalimantan Barat”, tegasnya.
Ketua umum BPP GINSI Capt. H Subandi mengatakan, GINSI akan menjadi mitra pemerintah dan instansi terkait dalam pembuatan maupun menjalankan peraturan dan regulasi yang berlaku di Indonesia, terutama dalam bidang perdagangan luar negeri.

“Iya tentu kita berharap ke depan itu ada kemitraan yang lebih strategis lagi, terkait dengan kegiatan perdagangan luar negeri,” ujar Subandi.
“Saya berharap dapat atau menjalankan kegiatan organisasi berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta membuat program kerja yang baik yang dapat menumbuhkembangkan para pelaku usaha tupolitas yang ada di Kalimantan Barat , sehingga keberadaan GINSI mampu berpartisipasi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian dan turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat dan juga saya berharap kepada ketua terpilih dan pengurus BPD Kalimantan Barat terus berkomunikasi dengan para stakeholder yang ada di pelabuhan,” tutup nya. (Renaldy)















