Pontianak Metro Post
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
No Result
View All Result
Pontianak Metro Post
No Result
View All Result
Home Berita Utama

*Pancasila di Persimpangan Jalan*

Redaksi 1 Juni 2026

Redaksi by Redaksi
1 Juni 2026
in Berita Utama, Berita Viral Hari Ini, Breaking News
0
31
SHARES
31
VIEWS
ADVERTISEMENT

Oleh:  Zaenal Abidin Syuja’i*

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Upacara digelar, pidato disampaikan, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan kembali dikumandangkan.

ADVERTISEMENT

Namun di balik kemeriahan seremonial tersebut terdapat pertanyaan mendasar yang patut diajukan: sejauh mana Pancasila benar-benar hidup dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini?

Pertanyaan ini menjadi relevan karena realitas yang dihadapi Indonesia menunjukkan adanya jarak yang semakin lebar antara idealitas Pancasila dan kenyataan sosial-politik yang dirasakan masyarakat.

Pancasila dipuji sebagai dasar negara yang mampu mempersatukan keberagaman bangsa, tetapi dalam praktiknya, masyarakat justru menyaksikan berbagai fenomena yang seringkali bertentangan dengan semangat yang terkandung dalam lima sila tersebut.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan bahwa kehidupan publik harus dibangun di atas fondasi moral dan tanggung jawab kepada Tuhan. Namun, korupsi masih menjadi penyakit kronis yang menggerogoti kepercayaan publik.

Ironisnya, tidak sedikit pelaku korupsi yang secara simbolik menampilkan identitas keagamaan yang kuat. Fenomena ini menunjukkan bahwa agama seringkali berhenti pada ritual, tetapi gagal menjelma menjadi integritas.

Pada sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, bangsa ini kembali dihadapkan pada kenyataan yang memprihatinkan. Ketimpangan sosial masih menjadi persoalan besar dan akses terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan, dan keadilan hukum belum sepenuhnya dirasakan secara merata.

Dalam ruang digital, budaya saling menghormati semakin tergerus oleh ujaran kebencian, hoaks, fitnah, dan polarisasi yang diproduksi demi kepentingan sesaat.

Sementara itu, sila ketiga, Persatuan Indonesia, menghadapi ujian yang tidak ringan. Persatuan yang dahulu menjadi kekuatan utama dalam perjuangan kemerdekaan kini seringkali terancam oleh menguatnya politik identitas dan fanatisme kelompok.

Perbedaan yang semestinya menjadi kekayaan bangsa justru kerap dijadikan alat untuk membangun sekat-sekat sosial. Akibatnya, semangat kebangsaan perlahan tergeser oleh kepentingan kelompok yang lebih sempit.

Kondisi ini semakin terasa ketika demokrasi yang diamanatkan sila keempat lebih sering dipahami sebagai kompetisi merebut kekuasaan daripada sarana menghadirkan kemaslahatan rakyat.

Musyawarah dan kebijaksanaan sering kalah oleh kalkulasi politik dan kepentingan pragmatis. Rakyat akhirnya menjadi penonton dari pertarungan elite yang mengatasnamakan demokrasi. Di sisi lain, sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia masih menjadi cita-cita yang belum sepenuhnya terwujud.

Pertumbuhan ekonomi memang menjadi indikator yang kerap dibanggakan, tetapi angka-angka statistik tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Ketika sebagian kecil kelompok menikmati akumulasi kekayaan yang luar biasa, sementara sebagian lainnya masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar, maka pertanyaan tentang keadilan sosial menjadi semakin relevan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang sarat simbolisme. Yang dibutuhkan bangsa ini bukan sekadar pengulangan slogan, melainkan keberanian untuk melakukan evaluasi secara jujur.

Sebab, ancaman terbesar terhadap Pancasila bukanlah mereka yang menolaknya secara terbuka, melainkan ketika bangsa ini mengaku mengamalkannya tetapi justru mengabaikan substansi nilai-nilai yang dikandungnya.

Pancasila tidak sedang kekurangan penghafal. Pancasila justru membutuhkan lebih banyak pelaksana. Ia membutuhkan pemimpin yang menjadikan kekuasaan sebagai amanah, bukan alat memperkaya diri.

Ia membutuhkan penegak hukum yang menjunjung keadilan tanpa pandang bulu. Ia membutuhkan masyarakat yang mampu menghargai perbedaan dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

Hari Lahir Pancasila adalah momentum untuk bercermin. Apabila korupsi masih merajalela, ketimpangan terus melebar, persatuan semakin rapuh, dan keadilan terasa mahal, maka sesungguhnya yang sedang menghadapi ujian bukan hanya pemerintah atau elite politik, melainkan integritas kebangsaan kita secara keseluruhan.

Pancasila telah memberikan arah yang jelas bagi perjalanan bangsa. Persoalannya bukan terletak pada kurang sempurnanya Pancasila, melainkan pada konsistensi kita dalam mengimplementasikannya. Sebab sebuah bangsa tidak akan kehilangan arah karena ketiadaan ideologi, tetapi karena ketidakmauan untuk menjalankan nilai-nilai yang telah disepakati bersama.

Di usia yang semakin matang, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar peringatan Hari Lahir Pancasila. Indonesia membutuhkan keberanian untuk menjadikan Pancasila sebagai kenyataan, bukan hanya hafalan; sebagai perilaku, bukan sekadar retorika; dan sebagai jalan hidup berbangsa, bukan hanya simbol yang dipajang pada momen-momen tertentu.

Karena pada akhirnya masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh sejauh mana Pancasila benar-benar hadir dalam kehidupan nyata, bukan hanya dalam pidato-pidato kenegaraan.

*Zaenal Abidin Syuja’i adalah Pemerhati Keislaman, Pendidikan, dan Kebangsaan.

Keterangan Foto:
Gedung Pancasila, Jl. Taman Pejambon No. 69 Jakarta Pusat (Foto: Istimewa)/(rls Aat/zir/PMP).

Views: 107

Bagikan ini:

  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Tags: di Persimpangan Jalan*pancasila
Mau Pasang Iklan? Klik disini.
Previous Post

*Masuk Fortune Southeast Asia 2025, Jasa Raharja Raih Penghargaan Internasional Lingkungan Kerja Terbaik*

Next Post

*Momentum Hari Lahir Pancasila, Jasa Raharja Perkuat Peran sebagai Wujud Kehadiran Negara*

Redaksi

Redaksi

Next Post

*Momentum Hari Lahir Pancasila, Jasa Raharja Perkuat Peran sebagai Wujud Kehadiran Negara*

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Recommended

*Gorontalo Utara Siap Bangun Hilirisasi Industri Ayam Berkapasitas 200 Ribu Ekor, Serap 2.000 Lebih Tenaga Kerja*

18 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Bersama Forkopimda Kalbar Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

Perianto, Anak Desa yang Pergi di Tengah Kibaran Merah Putih

17 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

1 Januari 2024

KOPDAR Akbar SGB 2 ,Serta ULTAH SGB 2

12 Mei 2023
Pertemuan Kapolres dan AMP

Sebagian AMP Bali Mengutarakan Keluh kesah atas Demo AMP Yg selama ini terjadi

9 Mei 2023

Peresmian BBH Pontianak Buka Era Baru di Kubu Raya: Heboh Berkah, Peluang Income Meroket!🚀”

19 Desember 2023

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

2

Ahli Waris Gugat Ke PTUN Minta Sertifikat yang Dikeluarkan BPN Landak Dibatalkan, Sidang Lapangan Berlangsung Lancar

1

Rendy Lesmana, SH Siap Maju Caleg DPRD Kalbar untuk Masyarakat Pontianak

1
Img 20240331 164004 6933625441909282089039.jpg

DPW BAIN HAM-RI dan HAMAS Kalbar Berkolaborasi Membagikan Takjil Berbuka Puasa Kepada Masyarakat Pengendara Motor

1

*Gorontalo Utara Siap Bangun Hilirisasi Industri Ayam Berkapasitas 200 Ribu Ekor, Serap 2.000 Lebih Tenaga Kerja*

18 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Bersama Forkopimda Kalbar Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

Perianto, Anak Desa yang Pergi di Tengah Kibaran Merah Putih

17 Agustus 2026
Currently Playing

About Us

Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Media Digital Online

Developer by.
WBDC - West Borneo Digital Creative

Company by.
PT. Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Categories

Tags

Action Adventure bank kalbar bengkayang bidhumaspoldakalbar caleg Console divhumaspolri DPRD eSport imigrasi imigrasi pontianak Indonesia jasa raharja kalbar Kalimantan Barat kapolres Kapolresta Pontianak klarifikasi Kodaeral XII Kubu raya Laki lsm maung masyarakat mempawah Open World Pemilu polda Polda Kalbar PoldaKalbar Polisi Politik Polresta Pontianak polripresisi Pontianak Pontianak Metro Post Pontianakmetropost.online ptpn ptpn I ptpn IV Pwi Racing SINGKAWANG Sport Strategy
  • Log In
  • About
  • Contact
  • Advertise
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDCBuy Instagram VerificationSMM Panel

No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDC

Follow Medsos: Pontianak Metro Post

%d
    Lewat ke baris perkakas
    • Tentang WordPress
      • WordPress.org
      • Dokumentasi
      • Belajar WordPress
      • Bantuan
      • Umpan balik
    • Masuk Log
    • Daftar