Pontianak Metro Post
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
No Result
View All Result
Pontianak Metro Post
No Result
View All Result
Home Daerah

*Menjaga Fitrah di Tengah Krisis Spiritualitas dan Arus Budaya Global*

Redaksi Jumat 17 Juli 2026

Redaksi by Redaksi
17 Juli 2026
in Daerah
0
10
VIEWS
ADVERTISEMENT

Oleh Zaenal Abidin Syuja’i*

Perkembangan teknologi informasi telah menghapus sekat-sekat geografis dan budaya. Dunia menjadi ruang yang nyaris tanpa batas, tempat berbagai gagasan, gaya hidup, dan sistem nilai saling berinteraksi.

ADVERTISEMENT

Globalisasi membawa banyak manfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan, ekonomi, dan komunikasi. Namun, di saat yang sama, ia juga menghadirkan tantangan besar terhadap identitas budaya, moral, dan spiritual masyarakat.

Salah satu isu yang terus memantik perdebatan adalah fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Di sebagian negara, fenomena ini diposisikan sebagai bagian dari hak-hak individu.

Sementara itu, bagi masyarakat Indonesia yang menjadikan agama, budaya, dan Pancasila sebagai fondasi kehidupan bersama, persoalan tersebut dipandang bukan sekadar masalah pilihan pribadi, melainkan juga berkaitan dengan tatanan moral, ketahanan keluarga, dan masa depan peradaban bangsa.

Namun sejatinya persoalan yang kita hadapi jauh lebih besar daripada sekadar fenomena LGBT. Apa yang sedang dihadapi umat manusia adalah krisis spiritualitas yang melahirkan kerancuan budaya, relativisme moral, dan hilangnya orientasi hidup.

Ketika nilai-nilai agama tidak lagi menjadi kompas kehidupan, maka benar dan salah perlahan berubah menjadi sekadar persoalan selera, preferensi, dan kesepakatan sosial. Di titik inilah manusia berhadapan dengan nihilisme spiritual, yaitu kondisi ketika kehidupan kehilangan makna transendennya.

Dalam kaitan ini Islam memandang manusia sebagai makhluk yang diciptakan Allah SWT dengan fitrah yang suci. Allah berfirman:

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30).

Ayat tersebut menegaskan bahwa fitrah bukan sekadar kodrat biologis, melainkan juga kecenderungan manusia untuk hidup sesuai dengan petunjuk Allah. Dari fitrah inilah lahir institusi keluarga, keberlangsungan keturunan (hifzh an-nasl), kasih sayang, dan keseimbangan sosial.

Syariat Islam menempatkan keluarga sebagai institusi paling fundamental dalam membangun peradaban, dan salah satu tujuan utama syariat (maqashid syariah) sebagaimana dijelaskan Imam Asy-Syathibi adalah menjaga agama (hifzh ad-din), menjaga akal (hifzh al-‘aql), menjaga jiwa (hifzh an-nafs), menjaga keturunan (hifzh an-nasl), dan menjaga harta (hifzh al-mal).

Seluruh ketentuan syariat bermuara pada kemaslahatan manusia, bukan sekadar pembatasan terhadap kebebasan. Al-Qur’an juga mengabadikan kisah kaum Nabi Luth AS sebagai pelajaran bagi umat manusia.

Penyimpangan perilaku seksual yang dilakukan kaum Nabi Luth bukan hanya dipandang sebagai pelanggaran moral individual, tetapi juga sebagai bentuk pembangkangan terhadap tatanan fitrah yang telah Allah tetapkan.

Kisah tersebut mengingatkan bahwa kerusakan moral tidak pernah berhenti pada individu, tetapi selalu membawa konsekuensi sosial yang lebih luas. Meski demikian, Islam tidak pernah mengajarkan kebencian kepada manusia. Al-Qur’an justru menegaskan kemuliaan setiap insan.

“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal…” (QS. Al-Hujurat: 13).

Karena itu, penolakan terhadap suatu perilaku tidak boleh berubah menjadi penghinaan terhadap pelakunya. Setiap manusia tetap memiliki kehormatan sebagai makhluk Allah. Dakwah Islam dibangun di atas kasih sayang, bukan kekerasan.

Allah SWT berfirman: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, pelajaran yang baik, dan berdialoglah dengan cara yang paling baik.” (QS. An-Nahl: 125).

Ayat ini menjadi pedoman bahwa amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan hikmah, ilmu, kelembutan, dan keteladanan. Persekusi, ujaran kebencian, maupun tindakan yang merendahkan martabat manusia samasekali tidak memiliki tempat dalam ajaran Islam.

Fenomena yang berkembang hari ini juga tidak dapat dipahami hanya sebagai persoalan orientasi seksual. Yang jauh lebih mengkhawatirkan adalah menguatnya budaya individualisme, hedonisme, konsumerisme, pornografi, penyalahgunaan narkotika, krisis identitas generasi muda, hingga melemahnya institusi keluarga.

Semua itu menunjukkan adanya persoalan yang lebih mendasar, yakni menurunnya kualitas spiritual manusia modern, dan ironisnya, ketika manusia semakin maju secara teknologi, ia justru semakin sering kehilangan makna hidup.

Meningkatnya depresi, kecemasan, kesepian, perceraian, dan berbagai problem sosial lainnya menjadi indikator bahwa kemajuan material tidak selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan. Peradaban tanpa spiritualitas pada akhirnya hanya melahirkan kegersangan batin.

Di sinilah keluarga harus kembali menjadi madrasah ula, sekolah pertama yang menanamkan akidah, akhlak, kasih sayang, dan keteladanan. Pendidikan karakter tidak cukup diserahkan kepada sekolah, apalagi media sosial.

Orangtua memegang amanah pertama dalam membentuk generasi yang mengenal fitrahnya sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di muka bumi.

Pada saat yang sama, lembaga-lembaga keagamaan memikul amanah yang sangat besar. Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pembinaan umat, penguatan keluarga, literasi digital, pendidikan akhlak, dan pelayanan sosial. Pesantren harus terus menjadi benteng moral bangsa yang melahirkan generasi berilmu sekaligus berakhlak.

Organisasi-organisasi Islam dituntut menghadirkan dakwah yang mencerahkan, argumentatif, serta mampu menjawab persoalan-persoalan kontemporer dengan pendekatan yang bijaksana dan penuh rahmat.Tanggung jawab tersebut juga merupakan bagian dari fungsi himayatul ummah (melindungi umat) dan khadimul ummah (melayani umat).

Dakwah tidak berhenti pada penyampaian hukum halal dan haram, tetapi harus diwujudkan dalam pendampingan keluarga, pelayanan konseling, penguatan ekonomi umat, pendidikan karakter, hingga membangun ruang sosial yang sehat bagi generasi muda.

Negara pun memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pendidikan karakter, melindungi anak-anak dari berbagai pengaruh yang merusak moral, serta menghadirkan kebijakan publik yang berpihak pada kemaslahatan bersama.

Sinergi antara keluarga, sekolah, lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, media, dan pemerintah merupakan prasyarat lahirnya masyarakat yang kuat secara spiritual dan tangguh secara sosial.

Pada akhirnya, perdebatan mengenai LGBT hendaknya menjadi momentum untuk melakukan refleksi yang lebih mendasar mengenai arah pembangunan manusia Indonesia.

Tantangan terbesar bangsa ini sejatinya bukan sekadar menerima atau menolak suatu fenomena sosial, melainkan bagaimana mengembalikan manusia kepada fitrahnya, memperkuat ketahanan keluarga, menghidupkan kembali spiritualitas, serta membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai agama, Pancasila, dan konstitusi.

Sebab, sejarah membuktikan bahwa runtuhnya sebuah peradaban bukan semata karena kelemahan ekonomi atau kekalahan militer, melainkan karena pudarnya moralitas dan hilangnya kesadaran spiritual.

Ketika fitrah manusia tetap terjaga, keluarga tetap kokoh, dan agama menjadi cahaya dalam kehidupan, maka masyarakat akan memiliki fondasi yang kuat untuk mewujudkan keadilan, kedamaian, dan kemaslahatan bersama.

Zaenal Abidin Syuja’i adalah Pengasuh Ponpes Mathla’ul Anwar Kota Serang; Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat; Anggota Dewan Syariah Nasional MUI; dan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Bidang Pendidikan.(/rls Aat/zir).

Views: 200

Bagikan ini:

  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Mau Pasang Iklan? Klik disini.
Previous Post

*PSHT Gelar Pengesahan Warga Baru Se-Kalbar, Ketua Umum Bersama Majelis Luhur Hadir di Pendopo Gubernur*

Next Post

CV Putra Sejati Tegaskan Penuhi Syarat Sebagai Pemasok Ayam Beku di Kalbar

Redaksi

Redaksi

Next Post

CV Putra Sejati Tegaskan Penuhi Syarat Sebagai Pemasok Ayam Beku di Kalbar

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Recommended

*Gorontalo Utara Siap Bangun Hilirisasi Industri Ayam Berkapasitas 200 Ribu Ekor, Serap 2.000 Lebih Tenaga Kerja*

18 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Bersama Forkopimda Kalbar Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

Perianto, Anak Desa yang Pergi di Tengah Kibaran Merah Putih

17 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

1 Januari 2024

KOPDAR Akbar SGB 2 ,Serta ULTAH SGB 2

12 Mei 2023
Pertemuan Kapolres dan AMP

Sebagian AMP Bali Mengutarakan Keluh kesah atas Demo AMP Yg selama ini terjadi

9 Mei 2023

Peresmian BBH Pontianak Buka Era Baru di Kubu Raya: Heboh Berkah, Peluang Income Meroket!🚀”

19 Desember 2023

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

2

Ahli Waris Gugat Ke PTUN Minta Sertifikat yang Dikeluarkan BPN Landak Dibatalkan, Sidang Lapangan Berlangsung Lancar

1

Rendy Lesmana, SH Siap Maju Caleg DPRD Kalbar untuk Masyarakat Pontianak

1
Img 20240331 164004 6933625441909282089039.jpg

DPW BAIN HAM-RI dan HAMAS Kalbar Berkolaborasi Membagikan Takjil Berbuka Puasa Kepada Masyarakat Pengendara Motor

1

*Gorontalo Utara Siap Bangun Hilirisasi Industri Ayam Berkapasitas 200 Ribu Ekor, Serap 2.000 Lebih Tenaga Kerja*

18 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Bersama Forkopimda Kalbar Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

Perianto, Anak Desa yang Pergi di Tengah Kibaran Merah Putih

17 Agustus 2026
Currently Playing

About Us

Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Media Digital Online

Developer by.
WBDC - West Borneo Digital Creative

Company by.
PT. Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Categories

Tags

Action Adventure bank kalbar bengkayang bidhumaspoldakalbar caleg Console divhumaspolri DPRD eSport imigrasi imigrasi pontianak Indonesia jasa raharja kalbar Kalimantan Barat kapolres Kapolresta Pontianak klarifikasi Kodaeral XII Kubu raya Laki lsm maung masyarakat mempawah Open World Pemilu polda Polda Kalbar PoldaKalbar Polisi Politik Polresta Pontianak polripresisi Pontianak Pontianak Metro Post Pontianakmetropost.online ptpn ptpn I ptpn IV Pwi Racing SINGKAWANG Sport Strategy
  • Log In
  • About
  • Contact
  • Advertise
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDCBuy Instagram VerificationSMM Panel

No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDC

Follow Medsos: Pontianak Metro Post

%d
    Lewat ke baris perkakas
    • Tentang WordPress
      • WordPress.org
      • Dokumentasi
      • Belajar WordPress
      • Bantuan
      • Umpan balik
    • Masuk Log
    • Daftar