Pontianak Metro Post
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
No Result
View All Result
Pontianak Metro Post
No Result
View All Result
Home Berita Pontianak

“Mengapa Negara Tirai Bambu Maju”

Redaksi by Redaksi
31 Juli 2024
in Berita Pontianak, Daerah, Nasional
0
Screenshot 2024 0731 084713
8
VIEWS
ADVERTISEMENT

Screenshot 2024 0731 084713

Oleh. Prof. Dr. Hendry Jurnawan

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dunia telah mengubah
hidup manusia di era globalisasi, semakin modern dan serba canggih. Zaman ke zaman, dunia semakin maju. Dulu perang pakai pedang dan parang, sebagian naik kuda berhadap hadapan, kini kemajuan tekhnologi, kalau terjadi perang besar, alutsistanya semakin canggih, sudah jarak jauh, rudal balistik , nuklir. Ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat, membuat manusia makin hari makin cerdas. Kejahatan pun ikut berkembang maju cepat.

ADVERTISEMENT

Dunia kini serba cepat dan canggih, saat semula mulai diketemukan komputer, serba kilat dan berjaringan global, apalagi sekarang internet, Siapa sangka dari jarak jauh interlokal ke Amerika tidak bayar. Rapat kerja jarak jauh lewat zoom. Sebagian mahasiswa kuliah sudah jarak jauh, online. Koran dan medis cetak sudah ketinggalan, Peristiwa terjadi di hutan Afrika, dalam 5 menit , berita sudah muncul di YouTube dan tersebar ke mana mana, tapi kejadiannya apakah benar atau editan? Electronik medsos sangat canggih, bisa hitam putih, fakta dan hoax. Apakah ini disebut akibat era globalisasi?

Apa sebab negara tirai bambu begitu kaya dan maju? Produk buatannya harga sangat murah dan menjamur di mana mana. Hampir tiap negara ada jual produknya, termasuk tekstil dan sangat mudah dibeli. Hampir negara eropa tidak bisa menyaingi, karena ongkos terlalu murah, upahnya merakyat tidak memberatkan. Penulis bukan bangga dan memuji Tiongkok, serta apalagi belum siap dikatakan sebagai kelapa condong. Kita nilai sendiri saja.

Berbeda dengan negara eropa, utamakan produk mutu tinggi, produknya berkualitas dan tahan lama, tapi harganya mahal, karena pekerja dibayar mahal, bahan baku pilihan. Apakah ini disebut tidak efisiensi? Berbeda dengan negara panda atau istilah “kucing seperti beruang besar”, selalu utamakan hemat biaya, upah buruh rendah, produktivitas tinggi, menghasilkan produk harga relatif murah dan mampu bersaing. Negara bangsa kulit kuning ini selalu utamakan efisiensi waktu, hemat biaya, maka produk dihasilkan pasti murah. Sekarang Jepang dan Korea Selatan ikut ikutan utamakan efisiensi dibackup kecepatan inovasi.

Negara tirai bambu mulai merdeka sejak tahun 1949, adalah miskin terbelakang, sering dihina dan ditertawai oleh negara maju.
Namun, gebrakan besar-besaran terjadi pada tahun 1980-an ketika Deng X/aoping naik tahta menggantikan Mao Zedong. Pertama, aspek ekonomi, Presiden Deng mengundang ratusan pengusaha dan investor dari luar negeri (kebanyakan dari barat) untuk berinvestasi di negara terkenal tembok besar itu.

Negara komunis berkapitalis bersejarah ribuan tahun ini
tidak pusing banyak negara menyebutnya Cina. Mereka tidak masalah, yang penting dengan pemikiran pragmatisme, strategi politik tersebut sangat melancarkan strategi gebrakan ekonomi dan pendidikan bagi generasi muda. Presiden Deng tidak lagi mementingkan kompetisi ideologi kapitalisme atau komunisme, namun justru saling berkolaborasi satu sama lain.

Presiden Deng pernah berkata “Tidak peduli apakah itu kucing putih atau kucing hitam, selama bisa menangkap tikus, itu adalah kucing yang baik.”. Tapi tidak sedikit rakyat negara berkembang dan maju benci Tiongkok komunis, Media masa eropa suka menjelekkan keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan negara Tiongkok, tapi apakah mereka itu pernah lihat fakta pembangunan negara pada saat ini. Sesungguhnya, tidak kalah eropa, jalan toll terpanjang di dunia, kereta cepat terintegrasi dari kota ke kota.

Tahun 1970-an tidak kelihatan mobil-mobil canggih ataupun kendaraan-kendaraan mewah lainnya di Beijing dan kota besar lainnya. Selain padatnya sepeda dan hanyalah seonggok bus kota reyot yang masih dipakai dengan kepulan asap kotor di mana mana.”

Industri nya selain hemat biaya, produk nya sangat fokus, pekerja dari pagi sampai sore, ada yang diteruskan malam. Rajin dan konsentrasi, jarang dengar terjadi buruh demo, nuntut upah naik.

Keberhasilan industri otomotif Eropa telah menjadi kekuatan penting dalam perekonomian dan keberhasilan industri di sejumlah benua selama beberapa dekade, tetapi kini sumber kekuatan tradisional industri otomotif tersebut terancam. Karena ada pendatang baru, Negara kuat Asia timur terluas ini , muncul mobil dengan harga relatif murah, apalagi mobil elektrik nya. Membuat produsen eropa jadi gentar!

Kita lihat Penurunan produksi mobil eropa secara bertahap. Eropa berusaha mempertahankan keunggulan, agar tidak terjadi penurunan pemasaran. Telah memaksa respon langsung perusahaan otomotif Eropa akan menentukan skenario seperti apa masa depan mereka.

Lambang keberhasilan industri Eropa, dengan empat dari sepuluh produsen mobil global teratas berdasarkan pendapatan berasal dari Eropa: Volkswagen, Mercedes-Benz, Stellantis, dan BMW. Akan tetapi, sumber tradisional dari rekam jejak industri otomotif yang secara konsisten mengesankan terancam secara serius.

Para indistrial menganalisis otomotif Eropa saat ini terhadap prospeknya di masa mendatang, dengan melihat kekuatan pesaing pendatang sebagai pemain baru, otomobil negara yang memajukan ilmu pengetahuan ini merupakan kerentanannya yang muncul bagi negara lebih dulu maju. ( Dikutip dari berbagai sumber sebagai refrensi)

Views: 304
Tags: Mengapa Negara Tirai Bambu Maju"
Mau Pasang Iklan? Klik disini.
Previous Post

Sukardi Siap Maju Sebagai Wakil Bupati Kapuas Hulu: Fokus pada Pembangunan dan Kemajuan Daerah

Next Post

Kolaborasi LPM – FKPPI: Antusias Masyarakat Pontianak Ikuti Pertandingan Gaplek Meriahkan HUT RI Ke-79

Redaksi

Redaksi

Next Post
Screenshot 2024 0802 203636

Kolaborasi LPM - FKPPI: Antusias Masyarakat Pontianak Ikuti Pertandingan Gaplek Meriahkan HUT RI Ke-79

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

*Ketua Umum DePA-RI Penuhi Undangan Pembicara Markas Besar TNI AU*

24 April 2026

*Korlantas Polri dan Jasa Raharja Gandeng Komunitas Ojol Tekan Risiko Kecelakaan*

23 April 2026

*Pengawasan Orang Asing Diperkuat, Imigrasi Pontianak Dukung Transformasi Kota sebagai Destinasi Eco Sport Tourism*

23 April 2026

*BPJN Kalimantan Barat Bangun Jalan Rp33 Miliar di Sintang, Akses dan Harapan Terbuka*

22 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

1 Januari 2024

KOPDAR Akbar SGB 2 ,Serta ULTAH SGB 2

12 Mei 2023
Pertemuan Kapolres dan AMP

Sebagian AMP Bali Mengutarakan Keluh kesah atas Demo AMP Yg selama ini terjadi

9 Mei 2023

Peresmian BBH Pontianak Buka Era Baru di Kubu Raya: Heboh Berkah, Peluang Income Meroket!🚀”

19 Desember 2023

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

2

Ahli Waris Gugat Ke PTUN Minta Sertifikat yang Dikeluarkan BPN Landak Dibatalkan, Sidang Lapangan Berlangsung Lancar

1

Rendy Lesmana, SH Siap Maju Caleg DPRD Kalbar untuk Masyarakat Pontianak

1
Img 20240331 164004 6933625441909282089039.jpg

DPW BAIN HAM-RI dan HAMAS Kalbar Berkolaborasi Membagikan Takjil Berbuka Puasa Kepada Masyarakat Pengendara Motor

1

*Ketua Umum DePA-RI Penuhi Undangan Pembicara Markas Besar TNI AU*

24 April 2026

*Korlantas Polri dan Jasa Raharja Gandeng Komunitas Ojol Tekan Risiko Kecelakaan*

23 April 2026

*Pengawasan Orang Asing Diperkuat, Imigrasi Pontianak Dukung Transformasi Kota sebagai Destinasi Eco Sport Tourism*

23 April 2026

*BPJN Kalimantan Barat Bangun Jalan Rp33 Miliar di Sintang, Akses dan Harapan Terbuka*

22 April 2026
Currently Playing

About Us

Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Media Digital Online

Developer by.
WBDC - West Borneo Digital Creative

Company by.
PT. Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Categories

Tags

Action Adventure bank kalbar bengkayang bidhumaspoldakalbar caleg Console divhumaspolri DPRD edi kamtono eSport imigrasi pontianak Indonesia jasa raharja kalbar Kalimantan Barat kapolres Kapolresta Pontianak kejati kalbar klarifikasi Kodaeral XII Kubu raya Laki lsm maung masyarakat mempawah Open World Pemilu Polda Kalbar PoldaKalbar Polisi Politik Polresta Pontianak polripresisi Pontianak Pontianak Metro Post Pontianakmetropost.online ptpn ptpn I ptpn IV Pwi Racing SINGKAWANG Sport Strategy
  • Log In
  • About
  • Contact
  • Advertise
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDCBuy Instagram VerificationSMM Panel

No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDC

Lewat ke baris perkakas
  • Tentang WordPress
    • WordPress.org
    • Dokumentasi
    • Belajar WordPress
    • Bantuan
    • Umpan balik
  • Masuk Log
  • Daftar