1. Sebelum ada Program MBG, ke mana perginya dana ratusan triliun rupiah?Sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) dicetuskan di era Pak Prabowo, digunakan untuk apa saja dana sebesar itu?
Perjalanan Dinas: Anggaran dihabiskan untuk perjalanan dinas pejabat, penginapan hotel, serta transportasi di tingkat kementerian, provinsi, hingga kabupaten yang sering kali tidak jelas urgensinya, berpotensi menguap, dan menjadi lahan korupsi. Silakan dicek, berapa persen anggaran ini yang dipangkas oleh Prabowo dan dialihkan langsung untuk kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Indonesia melalui MBG.
Uang Konsumsi Rapat: Anggaran konsumsi rapat dinas pejabat di kementerian, provinsi, dan kabupaten dipotong atau dialihkan ke MBG. Silakan cek di daerah masing-masing, berapa persen Transfer Ke Daerah (TKD) yang dipotong demi efektivitas anggaran ini.
Belanja Alat Tulis Kantor (ATK): Pengadaan ATK pegawai yang tidak jelas manfaatnya dan sama sekali tidak dirasakan oleh masyarakat luas.

2. Jika program MBG tidak ada, apakah dana tersebut akan kembali menguap seperti dulu?
Sudah berapa banyak gubernur, bupati, wali kota, dan pejabat lainnya yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK? Sebagai contoh, dulu sempat viral protes mengenai anggaran APBD untuk pembelian bolpoin yang mencapai hampir Rp100 miliar per tahun, hingga anggaran pengadaan lem Aibon sebesar Rp60 miliar.
Mengapa anggaran ratusan triliun yang menguap setiap tahun seperti itu justru tidak diprotes, didemo besar-besaran, atau ditolak oleh masyarakat? Sebenarnya, pihak-pihak yang menolak MBG saat ini sedang memperjuangkan nasib rakyat, nasib pejabat, atau justru nasib para pebisnis rente yang kehilangan ladang cuannya?
Jadi, apakah MBG ini sebuah pemborosan anggaran atau justru sebaliknya? Silakan dipikirkan masing-masing.
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.”
(QS. Al-Ma’un: 1-3)
Penulis: Muhammad Rafiq / Kenzi
Analisis kritis mengenai pengalihan anggaran dinas dan ATK menjadi program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi kesejahteraan rakyat.













