PONTIANAK, Sabtu 26 September 2026 — Pontianak Metro Post
Ketua Umum KONI Kota Pontianak H. Herry Fadillah, SH, didampingi Wakil Ketua KONI Kota Pontianak Akhmad Jahari, SH, menghadiri pembukaan Turnamen Kapolresta Cup Nine Ball Open Handicap yang berlangsung pada 23–27 September 2026 di Bacoot Pool & Cafe, Gedung Pelni, Jalan Sutan Abdurahman No. 12, Pontianak.
Turnamen tersebut dibuka secara resmi oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si. Hadir pula Kasat Lantas Polresta Pontianak AKP Supriyanto, S.H., M.A.P., Ketua Karang Taruna Desa Rengas Kapuas Fahri Ramadhani, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Herry Fadillah mengapresiasi pelaksanaan turnamen olahraga biliar tersebut. Menurutnya, kompetisi seperti ini penting sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet biliar potensial di Kota Pontianak.
Dia berharap dari turnamen tersebut lahir pemain-pemain terbaik yang nantinya mampu membawa nama Kota Pontianak dalam berbagai ajang olahraga.
“Porprov tidak lama lagi akan berlangsung. Saya berharap olahraga biliar juga bisa ikut memberikan prestasi dan menjadi juara di event tersebut,” ujar Herry.
Herry juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Endang Tri Purwanto yang hadir langsung membuka turnamen. Menurutnya, kehadiran Kapolresta menjadi bentuk dukungan sekaligus memberikan semangat bagi para peserta dan insan olahraga biliar.
Sementara itu, panitia pelaksana Hansen mengatakan, Turnamen Kapolresta Cup Nine Ball Open dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Kapolresta Pontianak.
Dia berharap penyelenggaraan turnamen tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan olahraga, khususnya cabang biliar di Kota Pontianak.
Turnamen Kapolresta Cup Nine Ball Open Handicap ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang diperingati pada 22 September 2026.
Herry Fadillah Tanggapi Video Viral di Medsos:
Usai acara, Herry Fadillah juga menanggapi pertanyaan wartawan mengenai video yang beredar di media sosial terkait perseteruan antara mantan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
Herry mengatakan, menurut pandangannya, persoalan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menilai, di tengah kondisi masyarakat dan pemerintah yang sedang menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, para tokoh daerah sebaiknya menjaga suasana tetap kondusif.
“Menurut saya sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan. Di saat pemerintah dan masyarakat sedang sibuk menghadapi karhutla dan kabut asap, tidak eloklah seorang mantan pejabat memperkeruh suasana,” kata Herry.
Dia menyarankan apabila terdapat persoalan atau perbedaan pandangan, sebaiknya dibicarakan secara langsung melalui komunikasi dan diskusi.
“Kalau ada yang kurang pas di hati, cukup didiskusikan bersama. Kan bisa saja Pak Sutarmidji panggil mantan bawahannya, Pak Edi, yang pernah menjadi wakilnya, kemudian diajak berdiskusi untuk mengatasi persoalan kelangkaan air di Kota Pontianak. Saya yakin Pak Edi mau diajak berdiskusi,” ungkapnya.
Herry juga menilai komunikasi langsung akan lebih baik dibandingkan menyampaikan persoalan melalui media sosial.
“Bukan malah berkoar di medsos. Kalau kata yang kurang pas, biasalah. Pak Edi mungkin kecapean karena setiap hari ke lapangan langsung memantau pendistribusian air PDAM kepada masyarakat,” tuturnya.
Dia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi dan kepentingan masyarakat, terutama ketika berbagai persoalan masih membutuhkan perhatian bersama.(*/zainul irwansyah).








