Gawat! 58 Juta Data Siswa Indonesia Diduga Bocor dan Dijual di Dark Web
JAKARTA – Dunia pendidikan Indonesia diguncang isu kebocoran data besar-besaran. Sebanyak 58 juta data siswa dilaporkan bocor dan diperjualbelikan secara bebas di forum peretas internasional, DarkForums. Insiden ini pertama kali diungkap oleh lembaga riset keamanan siber, Merdeka Siber melalui akun Instagramnya.
Modus Operandi “Jalur Khusus”
Peretas dengan nama samaran “SN1F” mengklaim tidak hanya menjual arsip data lama.

Pelaku menawarkan fitur yang jauh lebih berbahaya, yakni “jalur khusus” (API access) yang memungkinkan pembeli untuk menyedot data siswa terbaru secara langsung dari server pemerintah kapan saja. Hal ini berarti data yang didapatkan pembeli adalah data real-time yang terus diperbarui.
Data yang dibagikan sebagai sampel menunjukkan tingkat kedalaman informasi yang sangat sensitif dan spesifik, meliputi:
* Identitas Akademis: Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan NIPD.
* Data Kependudukan: Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nama Ibu Kandung, dan Penghasilan Orang Tua.
* Data Fisik: Tinggi dan berat badan siswa.
* Lokasi Presisi: Tautan Google Maps yang mengekspos titik koordinat persis tempat tinggal siswa.
Kebocoran ini diduga kuat berasal dari celah keamanan pada endpoint API ekosistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan) atau sistem pendataan siswa nasional. Indikasi ini terlihat dari adanya atribut data spesifik seperti “LOKASI GMAPS” (untuk sistem zonasi) dan data periodik fisik siswa yang biasanya tidak dimiliki oleh database kependudukan umum seperti Dukcapil.
Pakar keamanan siber yang tak ingin disebutkan identitasnya memperingatkan bahwa bocornya titik koordinat rumah dan identitas orang tua sangat berbahaya karena dapat memicu eksploitasi digital, penipuan tertarget (phishing), hingga ancaman fisik terhadap anak-anak di bawah umur.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait dalam arsitektur keamanan siber pendidikan nasional diharapkan segera melakukan investigasi mendalam dan audit sistem untuk menutup celah tersebut guna melindungi privasi jutaan anak Indonesia. (Renaldy)
Research: Merdeka Siber
Source: Dark Forums











