Pontianak Metro Post
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In
  • Otomotif
No Result
View All Result
Pontianak Metro Post
No Result
View All Result
Home Daerah

*Dihari Kemerdekaan, Nasabah BNI Yusnelly Mengadu di PN Pontianak: Soroti Dugaan Praktik Pengendapan Dana dan Transparansi Kredit*

Redaksi Senin 17 Agustus 2026

Redaksi by Redaksi
17 Agustus 2026
in Daerah
0
31
SHARES
31
VIEWS
ADVERTISEMENT

PONTIANAK — Pontianak Metro Post

Di momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, seorang nasabah perbankan, Yusnelly, menyampaikan keluh kesah dan dugaan persoalan serius yang dialaminya dalam fasilitas kredit modal kerja. Selama 20 tahun tak pernah menerima fisik uang.

ADVERTISEMENT

Persoalan tersebut kini menjadi perhatian karena Yusnelly mengaku telah berulang kali meminta penjelasan dan melakukan mediasi terkait transaksi kredit yang menurutnya tidak transparan.

Yusnelly, yang mengaku pernah menjadi nasabah Bank Panin sebelum beralih ke BNI, menuturkan bahwa persoalan tersebut bermula ketika dirinya memperoleh fasilitas kredit sekitar Rp3,4 miliar pada 2014. Menurut pengakuannya, hanya beberapa bulan setelah pencairan, dana tersebut disebut telah habis sehingga ia kembali diminta melakukan penyetoran untuk menurunkan limit kredit.

“Saya kecewa. Pertama kali saya pinjam di Bank Panin, kemudian sekitar delapan tahun saya diusir. Akhirnya saya masuk ke BNI, ternyata saya diperlakukan sama,” ujar Yusnelly saat menyampaikan keluhannya.

Ia mengaku baru menyadari adanya persoalan setelah mendapatkan rekening koran dan dokumen transaksi selama beberapa tahun. Menurut Yusnelly, terdapat perbedaan antara angka kredit yang tercatat dalam dokumen dengan uang yang menurutnya benar-benar dapat digunakan untuk kegiatan usaha.

Yusnelly bahkan menduga terdapat mekanisme pencatatan transaksi yang membuat sebagian dana tidak terlihat secara utuh dalam rekening koran sebagaimana yang ia pahami. Ia menyebut adanya persentase tertentu dari transaksi debit maupun kredit yang menurutnya “tertahan” dalam bentuk angka atau pencatatan.

“Saya baru sadar setelah pencairan berjalan sekitar empat tahun. Saya merasa hanya diberikan angka, sementara perputaran uang yang terjadi di rekening menurut saya tidak menggambarkan uang yang benar-benar saya terima secara fisik,” katanya.

Menurut Yusnelly, persoalan tersebut bukan perkara kecil karena berlangsung dalam waktu panjang. Ia mengaku telah melakukan mediasi dengan pihak bank hingga beberapa kali dan meminta dokumen rekening koran lengkap serta formulir transaksi.

Ia juga mengaku telah membawa persoalan tersebut kepada kepolisian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, menurut pengakuannya, upaya tersebut belum menghasilkan penyelesaian yang dianggapnya mampu menjawab seluruh pertanyaan mengenai transaksi kredit selama sekitar sembilan tahun.

Yusnelly juga mempersoalkan perbedaan angka plafon kredit dengan saldo yang tercantum dalam dokumen yang diterimanya. Ia meminta adanya pemeriksaan independen dan transparan terhadap seluruh aliran transaksi agar dapat diketahui secara jelas berapa dana yang dicairkan, digunakan, dikembalikan, dibebankan sebagai bunga maupun biaya administrasi.

“Saya hanya ingin semuanya dibuka. Kalau memang transaksi itu benar, tunjukkan secara terang. Kalau ada kesalahan, jelaskan kesalahannya. Jangan nasabah terus yang disuruh membayar tanpa mendapatkan penjelasan yang utuh,” tegasnya.

Ia berharap jajaran direksi BNI bersedia membuka dan menjelaskan persoalan tersebut secara transparan. Menurutnya, persoalan ini tidak semata-mata menyangkut kepentingan pribadi, tetapi juga menjadi ujian terhadap tata kelola lembaga perbankan milik negara.

“Harapan saya kepada BNI, direksi dan seluruh jajaran, bukalah persoalan ini. Bongkar dan jelaskan secara terbuka supaya Indonesia benar-benar merdeka. Saya merasa dibohongi selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Yusnelly juga menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto dan pihak terkait memberikan perhatian terhadap persoalan transparansi sistem kredit perbankan. Ia berharap ada mekanisme pemeriksaan yang mampu memastikan setiap rupiah dana kredit tercatat dan dapat ditelusuri secara jelas.

Namun demikian, seluruh tudingan dan dugaan yang disampaikan Yusnelly tersebut masih merupakan klaim dari pihak nasabah dan memerlukan verifikasi serta klarifikasi dari BNI maupun pihak berwenang. Belum dapat disimpulkan bahwa telah terjadi tindak pidana atau praktik pengendapan dana sebagaimana yang dituduhkan sebelum adanya pemeriksaan dan pembuktian secara hukum.

Pertanyaan besarnya kini adalah: apakah BNI bersedia membuka seluruh data transaksi kredit Yusnelly secara transparan dan menjelaskan perbedaan angka yang dipersoalkan?.

Momentum kemerdekaan ke-81, bagi Yusnelly, bukan sekadar perayaan. Ia menginginkan “kemerdekaan” bagi nasabah untuk memperoleh informasi keuangan yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.(*/tim)

Views: 113

Bagikan ini:

  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Mau Pasang Iklan? Klik disini.
Previous Post

*Posal Sungai Kakap Jajaran Kodaeral XII Dukung Kelancaran Penutupan Turnamen Sepak Bola Seri 3 Cup 2026*

Next Post

Perianto, Anak Desa yang Pergi di Tengah Kibaran Merah Putih

Redaksi

Redaksi

Next Post

Perianto, Anak Desa yang Pergi di Tengah Kibaran Merah Putih

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Recommended

*Gorontalo Utara Siap Bangun Hilirisasi Industri Ayam Berkapasitas 200 Ribu Ekor, Serap 2.000 Lebih Tenaga Kerja*

18 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Bersama Forkopimda Kalbar Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

Perianto, Anak Desa yang Pergi di Tengah Kibaran Merah Putih

17 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

1 Januari 2024

KOPDAR Akbar SGB 2 ,Serta ULTAH SGB 2

12 Mei 2023
Pertemuan Kapolres dan AMP

Sebagian AMP Bali Mengutarakan Keluh kesah atas Demo AMP Yg selama ini terjadi

9 Mei 2023

Peresmian BBH Pontianak Buka Era Baru di Kubu Raya: Heboh Berkah, Peluang Income Meroket!🚀”

19 Desember 2023

Selamatkan Jiwa Masyarakat, Polisi Lalu Lintas Rela Ganjal Bus Mogok Dengan Kendaraan Pribadinya di Jembatan Kapuas 2

2

Ahli Waris Gugat Ke PTUN Minta Sertifikat yang Dikeluarkan BPN Landak Dibatalkan, Sidang Lapangan Berlangsung Lancar

1

Rendy Lesmana, SH Siap Maju Caleg DPRD Kalbar untuk Masyarakat Pontianak

1
Img 20240331 164004 6933625441909282089039.jpg

DPW BAIN HAM-RI dan HAMAS Kalbar Berkolaborasi Membagikan Takjil Berbuka Puasa Kepada Masyarakat Pengendara Motor

1

*Gorontalo Utara Siap Bangun Hilirisasi Industri Ayam Berkapasitas 200 Ribu Ekor, Serap 2.000 Lebih Tenaga Kerja*

18 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

*Dankodaeral XII Bersama Forkopimda Kalbar Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

17 Agustus 2026

Perianto, Anak Desa yang Pergi di Tengah Kibaran Merah Putih

17 Agustus 2026
Currently Playing

About Us

Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Media Digital Online

Developer by.
WBDC - West Borneo Digital Creative

Company by.
PT. Pontianak Metro Post

Pontianak Metro Post

Categories

Tags

Action Adventure bank kalbar bengkayang bidhumaspoldakalbar caleg Console divhumaspolri DPRD eSport imigrasi imigrasi pontianak Indonesia jasa raharja kalbar Kalimantan Barat kapolres Kapolresta Pontianak klarifikasi Kodaeral XII Kubu raya Laki lsm maung masyarakat mempawah Open World Pemilu polda Polda Kalbar PoldaKalbar Polisi Politik Polresta Pontianak polripresisi Pontianak Pontianak Metro Post Pontianakmetropost.online ptpn ptpn I ptpn IV Pwi Racing SINGKAWANG Sport Strategy
  • Log In
  • About
  • Contact
  • Advertise
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDCBuy Instagram VerificationSMM Panel

No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Katagori
    • Daerah
      • Polda Kalbar
    • Nasional
    • Lifestyle
      • Berita Sosial
      • Tips & Hobi
      • Toleransi Agama
  • Tentang
  • Regulasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Register
  • Log In

© 2023 West Borneo Digital Creative | WBDC

Follow Medsos: Pontianak Metro Post

%d
    Lewat ke baris perkakas
    • Tentang WordPress
      • WordPress.org
      • Dokumentasi
      • Belajar WordPress
      • Bantuan
      • Umpan balik
    • Masuk Log
    • Daftar