Medan, Sumatera Utara — sinarraya.co.id
Dewan Energi Mahasiswa (DEM) wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat bersama Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran 1 Sumbagut baru-baru ini melakukan survei lapangan ke kawasan Bagan Belawan, Sumatera Utara.
Kegiatan ini dilakukan untuk memantau secara langsung kondisi masyarakat setempat yang terdampak isu lingkungan yang kian mengkhawatirkan.
Dalam kegiatan tersebut, tim survei didampingi oleh tokoh masyarakat lokal yang dengan terbuka menyampaikan keluhan dan kondisi nyata di lapangan.
Salah satu temuan paling mengejutkan adalah dugaan pembuangan limbah industri ke aliran sungai yang melintasi wilayah tersebut, yang diduga berasal dari pabrik milik PT Permata Hijau Group Belawan.
Pembuangan limbah ini disebut-sebut sebagai penyebab utama menurunnya kualitas lingkungan, terutama perairan yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama warga melalui sektor perikanan. Kini, banyak nelayan lokal kesulitan mendapatkan ikan, yang berdampak langsung pada ekonomi keluarga mereka.
Tak hanya itu, pencemaran ini juga memicu berbagai gangguan kesehatan seperti sesak napas, alergi kulit, dan masalah pencernaan, terutama pada anak-anak dan lansia.
Situasi ini memperburuk kondisi sosial dan kesejahteraan warga Bagan Belawan secara keseluruhan.
Hadi Siregar, Menteri Kajian Strategis dan Hukum Dewan Energi Mahasiswa Sumatera Utara, menyatakan keprihatinan mendalam atas temuan ini. Ia mendesak pemerintah setempat untuk bertindak cepat dan tegas.
“Pemerintah Kota Medan, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), harus segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jika terbukti ada pelanggaran hukum, aparat penegak hukum harus berani bertindak,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat turun tangan secara serius untuk memulihkan kondisi lingkungan dan kesehatan mereka.
Selain itu, seruan juga disampaikan kepada perusahaan terkait agar segera mengevaluasi sistem pengelolaan limbahnya dan bertanggung jawab atas kerusakan yang telah terjadi.(*/zir)













