
Bengkayang, Pontianakmetropost.com – 19 Juni 2025
Dalam rangka menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini serta memperkuat peran guru sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah, PT. Jasa Raharja Cabang Tingkat II Singkawang melalui Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Bengkayang menyelenggarakan kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Berlalu Lintas (PPKL) di SMA Negeri 1 Bengkayang, Kamis (19/6).
Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi terkait, antara lain Kasat Lantas Polres Bengkayang, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bengkayang. Puluhan guru dan siswa turut hadir mengikuti kegiatan yang merupakan bagian dari program edukasi berkelanjutan Jasa Raharja dalam bidang keselamatan dan hukum lalu lintas.
Dalam sesi PPKL, para guru diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjadi panutan dalam berlalu lintas, serta edukasi tentang perlindungan hukum bagi penumpang angkutan umum sesuai dengan Undang-Undang No. 33 Tahun 1964 dan perlindungan korban kecelakaan lalu lintas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 34 Tahun 1964.
Kasat Lantas Polres Bengkayang yang hadir sebagai narasumber menyampaikan tren kecelakaan lalu lintas di wilayah Bengkayang, serta pentingnya peran sekolah dalam membangun kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar. Ia menekankan bahwa para guru tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam sikap disiplin di jalan raya.
“Kami mengajak bapak dan ibu guru untuk aktif mengingatkan siswa tentang pentingnya keselamatan berkendara, seperti penggunaan helm berstandar SNI, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak menggunakan kendaraan jika belum cukup umur atau tidak memiliki SIM,” ujarnya.
Leonard Karamoy, Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Bengkayang, menegaskan bahwa guru memegang peran strategis dalam menyebarluaskan nilai-nilai keselamatan kepada siswa.
“Melalui program PPKL ini, kami berharap para guru bisa menjadi role model dalam berlalu lintas. Mereka bukan hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk karakter siswa untuk menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab,” ungkap Leonard.
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi terbuka dan penyampaian materi interaktif yang membahas strategi guru dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di sekolah. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi tanya jawab dan studi kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.
Dengan terselenggaranya program PPKL ini, Jasa Raharja berharap sinergi antara dunia pendidikan dan instansi keselamatan dapat terus terjalin demi menciptakan generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan di jalan raya.(reni)













