Men Sie Hono Tuntut Keadilan Setelah Diperlakukan Secara Brutal, Laporan Kasus Diteruskan ke Polres Samba
Pemangkat, Senin 20 Januari 2025 – Pontianak Metro Post
Men Sie Hono, seorang warga Pemangkat, Kalimantan Barat, menyampaikan kekecewaannya yang mendalam atas perlakuan tidak manusiawi yang ia alami dalam perseteruan sengketa hak waris.
Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Senin (20/01/2025), Men Sie Hono dengan tegas mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarganya menjadi sasaran penghinaan dan fitnah yang tidak dapat diterima.
“Suami saya dihina, dan saya dilecehkan, bahkan disebut-sebut dengan ejekan tidak pantas seperti ‘setruk.’ Apa maksud mereka melakukan itu?” ujar Men Sie Hono, menyatakan rasa kecewa atas tindakan yang mengarah pada penghinaan terhadap keluarganya.
Ia juga menegaskan bahwa keluarganya tidak terlibat dalam sengketa hak waris dengan Epi, namun tetap menjadi sasaran kebencian tanpa alasan yang jelas.
Selain itu, Men Sie Hono mengungkapkan perlakuan brutal yang ia alami, termasuk pemukulan yang dilakukan oleh Juna Tohan dan Hero, serta hinaan verbal yang dilontarkan oleh Ju Jinsan.
Ia menambahkan bahwa meskipun ia menahan diri untuk tidak mengungkapkan kejadian-kejadian tersebut sebelumnya, kini ia merasa perlu untuk berbicara demi keadilan.
“Semua yang saya ceritakan ini bukan tuduhan kosong. Ada saksi dan bukti rekaman yang mendukung pernyataan saya,” ujar Men Sie Hono dengan tegas. Ia juga mendesak agar Hero dan pihak-pihak yang terlibat diproses secara hukum.
Namun, proses hukum yang diharapkan tidak berjalan lancar.
Tim media yang berusaha mengonfirmasi perkembangan kasus ini di Polsek Pemangkat mendapati bahwa laporan tersebut telah dilimpahkan ke Polres Sambas.
Kapolsek Pemangkat, saat dikonfirmasi, memberikan pernyataan singkat, mengatakan bahwa kasus tersebut telah dialihkan ke Polres Sambas tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Tanggapan serupa juga disampaikan oleh Humas Polres Sambas, AKP Sadoko Kasih Wiyono, yang mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang berkoordinasi untuk menangani kasus ini secara transparan dan profesional. Meskipun demikian, ia meminta agar semua pihak bersabar menunggu perkembangan lebih lanjut.
Hingga saat ini, Polres Sambas masih mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus tersebut untuk memastikan proses penyelidikan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, Men Sie Hono tetap menuntut keadilan atas perlakuan yang ia terima dan berharap proses hukum akan ditegakkan dengan adil.













