KUBU RAYA, Pontianak Metro Post
Seorang bocah sekolah dasar di Jalan Ampera Raya, Desa Ampera, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, meregang nyawa di tempat pembuatan batako. Kejadian tragis ini terjadi belum lama ini dan diduga bocah tersebut terhimpit mesin molen pengaduk semen. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian dari pemilik tempat pembuatan batako.
Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Raemundus, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan. “Iya benar bang ada kejadian tersebut, tapi untuk informasi lebih lanjut sebaiknya hubungi Kasi Humas Polres Kubu Raya. Karena rilis satu pintu di Polres,” kata AKP Raemundus pada Jumat, 28 Juni 2024.
Tempat pembuatan batako kini telah dibongkar dan mesin-mesin yang digunakan juga telah dihilangkan dari lokasi. Namun, informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut masih sulit didapatkan. Pengurus RT setempat menolak memberikan informasi saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan, dengan alasan tidak mengetahui kejadian tersebut.
Pemilik tempat pembuatan batako sekaligus Developer Komplek Darussalam Indah, H. Sumadi, mengaku telah dimintai keterangan oleh pihak Polsek Sungai Ambawang terkait peristiwa tragis ini. “Silahkan konfirmasi ke Polsek Sungai Ambawang. Kemarin saya sudah dimintai keterangan di Polsek,” tutupnya.
Kasi Humas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, menyatakan bahwa informasi terkait peristiwa ini akan dirilis dalam waktu dekat. “Nanti kita rilis, tunggu ya,” ujarnya singkat.
Insiden ini menjadi peringatan akan pentingnya keselamatan di tempat kerja, terutama di lingkungan yang melibatkan mesin-mesin berat. Masyarakat setempat dan pihak terkait kini menunggu hasil penyelidikan polisi untuk mendapatkan kejelasan mengenai kejadian yang merenggut nyawa bocah SD tersebut.(*/tim)














