Cek Fakta: Benarkah Dubes Iran Tolak Tawaran Mediator Presiden Prabowo Karena Ekonomi RI?
JAKARTA – Sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengeklaim Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menghina kondisi ekonomi rakyat Indonesia viral dan memicu polemik. Narasi tersebut menyebutkan bahwa Dubes Iran meminta Pemerintah Indonesia fokus mengurus rakyatnya yang miskin ketimbang mencampuri urusan negaranya.
Namun, setelah dilakukan penelusuran fakta, klaim tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Melansir dari data Divisi Humas Polri, tidak ditemukan bukti otentik yang menunjukkan Boroujerdi mengeluarkan pernyataan kasar atau menyinggung tingkat kemiskinan di Indonesia.
Faktanya, Mohammad Boroujerdi memang menanggapi tawaran Presiden Prabowo Subianto yang berniat menjadi mediator antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Dalam tanggapannya, Boroujerdi menegaskan posisi Iran yang saat ini tidak akan berunding dengan Amerika Serikat.

Alih-alih menolak bantuan Indonesia, Dubes Iran justru menyampaikan harapan agar negara-negara Islam, termasuk Indonesia, tetap memberikan dukungan melalui mekanisme organisasi internasional. Boroujerdi menekankan pentingnya peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mendukung kedaulatan Iran.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menyerap informasi di media sosial, terutama yang berkaitan dengan hubungan diplomatik antarnegara. Masyarakat diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dipelintir demi menciptakan kegaduhan publik di tengah suasana Ramadan.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan hoaks tersebut telah ditandai oleh pihak otoritas informasi guna mencegah penyebaran yang lebih luas. (Renaldy)
#CekFakta #Hoaks #DubesIran #Polri #BeritaPalsu #HubunganDiplomatik #IndonesiaIran #InfoTerkini #Kamtibmas #LiterasiDigital












