Liputandewata.com-Pemalang Jawatengah,Jangan terburu buru berpikiran seronok saat kita membaca papan nama Desa bertuliskan Desa Cawet Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang.Sabtu ( 13/5/2023 ) .

Desa cawet adalah nama salah satu desa dari 15 desa yang ada di kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawatengah.
Desa yang semakin terkenal setelah Gubernur Provinsi Jawatengah Ganjar Pranowo berkunjung di desa yang geografisnya terletak di lembah pegunungan Banowati tersebut,dan mempunyai seribu pemandangan pegunungan dan sungai yang menyejukkan ini pernah kesana dan memberikan Slogan kepada Desa yang semakin maju ini dengan Slogan *cawetmu cawetku cawet kita*
Cawet dalam bahasa Jawa terdengar tabu karena berarti celana dalam.
Namun, Cawet ternyata adalah nama sebuah desa di Kecamatan Watukumpul, ujung selatan pusat kota Pemalang, Jawa Tengah.
Dilansir dari situs Desakupemalang.id, Sabtu (13/5/2023), penamaan desa ini berawal pada tahun 1825.
Saat itu Kadipaten Pemalang dipimpin oleh seorang Adipati bernama Reksodiningrat atau dikenal dengan nama Kanjeng Potang.
Saat itu, sang Adipati melakukan inspeksi dengan berkeliling wilayah dan kemudian bertemu dengan sekelompok orang yang sedang bekerja di sawah.
Sang Adipati bertanya kepada mereka siapa yang menjadi pemimpin mereka.
Salah satu dari mereka menunjuk seseorang yang saat itu kebetulan menggunakan kain lancingan/cawing sebagai penutup bagian vital dengan ikat pinggang menggunakan tali.

Seketika itu, Sang Adipati langsung memilih orang tersebut untuk menjadi kepala desa (Kades) pertama dari daerah tersebut dan diberi julukan Cawing Tali.
Sedangkan nama kawasan diberi nama Desa Cawet yang berasal dari kata ‘Cawing’ yang berarti penutup bagian vital tubuh dan ‘Tali’ sebagai ikat pinggang.
Menurut Pemerhati sejarah kabupaten Pemalang Rabadi, sejarah Desa Cawet di Pemalang memiliki banyak versi.
Versi pertama mengacu pada seorang tokoh yang hanya mengenakan cawing tali sebagai penutup bagian vital dan kemudian dipilih oleh Adipati Pemalang untuk menjadi kades pertama.
Versi kedua mengatakan bahwa penamaan berasal dari dua tokoh yang sama-sama memimpin kawasan desa tersebut.
Nama dua tokoh tersebut adalah Cawing dan Tali (Disngkat ‘Cawet’), mereka dipercaya menjadi tokoh yang memiliki sinergi yang kuat sehingga sama-sama terpilih menjadi kades.
Versi yang ketiga, kata Cawet berasal dua kata dari Bahasa Sunda, yaitu cawing yang berarti air dan awet yang berarti mengalir tiada akhir. Konon, kawasan desa tersebut terdapat sumber air yang tidak pernah kering dan selalu mengalir.
Sosok yang dinamakan Cawing Taling merupakan salah satu dari lima sesepuh dari desa tersebut. Selain Cawing tali atau dikenal dengan sebutan Mbah Cawing, ada juga Mbah Sula, Mbah Wasit,Mbah Tarwin, dan Mbah Sibu.
Kelima sesepuh ini dipercaya sebagai penyebar agama Islam di desa tersebut.
Mulai dari zaman Kades Cawing Tali hingga Taufik Saleh, sudah ada 17 kades yang memimpin Desa Cawet.
Taufik Saleh sendiri menjabat hingga 2024 mendatang. Berjarak sekitar 50 km dari pusat Kota Pemalang dan berada di ketinggian antara 250-660 meter di atas permukaan laut (mdpl), Desa Cawet memiliki pemandangan alam yang masih asri dan dipenuhi dengan hutan pinus
Ragil74.













