PONTIANAK – Menyadari pentingnya peran media sebagai jembatan informasi kepada masyarakat, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat menggelar agenda Coffee Morning bersama awak media di Pontianak, Selasa (27/1). Pertemuan santai tersebut menjadi ajang penguatan sinergi sekaligus menegaskan komitmen keterbukaan informasi publik di lingkungan korps adhyaksa.
Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Kalbar, Yadi Rachmad Sunaryadi, mengungkapkan bahwa kemitraan dengan insan pers merupakan elemen krusial dalam mendukung transparansi penegakan hukum. Menurutnya, media memiliki fungsi strategis untuk memberikan edukasi serta mengawal jalannya proses hukum di Kalimantan Barat agar tetap berada pada koridornya.

“Melalui silaturahmi ini, kami berharap hubungan kemitraan yang solid antara Kejati Kalbar dan rekan-rekan media terus terjaga. Informasi yang konstruktif sangat dibutuhkan demi mendukung penegakan hukum yang berintegritas dan transparan,” ujar Yadi didampingi Kasi Penkum Kejati Kalbar, I Wayan Gedin Arianta.
Dalam diskusi hangat tersebut, pihak Kejati juga mengajak awak media untuk turut aktif mengawal program-program strategis, termasuk upaya pemberantasan korupsi di daerah. Keterbukaan ini diharapkan dapat meminimalisir sumbatan informasi dan mencegah kesalahpahaman publik terkait perkara-perkara yang sedang ditangani.
Selain membahas penguatan sinergi, pertemuan ini juga menyentuh beberapa isu terkini yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk perkembangan penanganan perkara yang masuk tahap penyidikan. Yadi menegaskan, pihaknya tetap konsisten memberikan informasi yang akurat kepada publik selama hal tersebut tidak mengganggu proses penyidikan yang berjalan.
“Kami ingin memastikan setiap progres pembangunan maupun penegakan hukum di daerah ini dapat terpublikasikan dengan objektif. Sinergi ini bukan hanya untuk institusi, tapi demi masyarakat Kalimantan Barat yang lebih baik,” pungkasnya. (Renaldy)













