PONTIANAK – Pontianakmetropost.com
10 Agustus 2025
Hati para wartawan di Kalimantan Barat dibuat terenyuh. Profesi yang selama ini dijalani dengan penuh pengorbanan—berlari ke sana kemari, menembus hujan dan panas, demi menyajikan informasi kepada publik—mendadak tersudutkan oleh ucapan Gubernur Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya pada acara HUT Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalbar, 8 Agustus 2025, sang Gubernur melontarkan istilah “Wartawan Bodrex” di forum resmi tersebut. Sebuah kalimat yang dinilai merendahkan profesi wartawan.
Ucapan ini mengundang tanda tanya besar: apa motivasi seorang kepala daerah melontarkan istilah yang berpotensi mendiskreditkan kinerja insan pers? Padahal, justru wartawanlah yang selama ini menjadi corong publikasi kegiatan Gubernur hingga pelosok desa, membuat masyarakat mengetahui kiprah beliau.
Tidak sedikit prestasi dan ekspos positif yang selama ini wartawan berikan untuk mendukung keberhasilan Gubernur, baik sebelum maupun setelah menjabat. Namun, karena faktor emosional pribadi terhadap seorang wartawan, ucapan yang seolah menggeneralisir seluruh profesi wartawan di Kalbar pun keluar.
Yayat Darmawi, SE, SH, MH, dari Sekretariat Bersama YLBH, LSM, dan Media di Jalan Prof. M. Yamin, Gg. Bina Jaya, Kota Baru, menilai bahwa ucapan “Wartawan Bodrex” tersebut keluar akibat semangat yang berlebihan dan disertai rasa emosionalitas personal Gubernur terhadap seorang wartawan tertentu.
“Kalimat seperti itu semestinya tidak layak diucapkan dalam forum resmi. Justru momen HUT IJTI seharusnya menjadi ajang merajut silaturahmi dan memperkuat kemitraan dengan seluruh insan pers,” tegas Yayat.
Menurutnya, jika Gubernur ingin membangun hubungan harmonis, maka yang diperlukan adalah kalimat bijak yang merangkul semua wartawan, sehingga program kerja pemerintah bisa dipublikasikan secara luas dan positif.
“Gubernur perlu mengklarifikasi ucapannya. Harus jelas ditujukan kepada siapa kalimat itu, supaya tidak menyeret semua wartawan dalam generalisasi. Kasihan kerja keras wartawan selama ini, tapi yang didapat malah cap ‘Bodrex’ dari gubernurnya sendiri,” pungkas Yayat.(reni)














