Pontianak, Pontianak Metro Post
Junaidi bin Syarif Ahmad Alkadri (48) yang jasadnya ditemukan warga diatas sampan miliknya di steher makam Batulayang penyebab kematiannya masih misteri. Pihak keluarga
mempartanyakan penyebab kematiannya ke polisi.
Pihak keluarga merasa curiga kematian Junaidi diduga tak wajar dan diduga ada kejanggalan. Sebab saat ditemukan pada jasadnya , terutama pada wajah dan lehernya penuh dengan luka.
Pihak keluarga Jum’at lalu (08/09/2023) mendatangi kantor polisi Polairud untuk mempertanyakan penyebab kematian Junaidi warga gg Flora 1 kelurahan Batu Layang kecamatan Pontianak Utara itu.
Pihak keluarga yang mendatangi kantor polisi Polairud antara lain adik kandung korban Syarif Abdul Syukur bin Syarif Ahmad Alkadri (41) dan anak korban Sy Irfan maulana (20) anak ke 3 Junaidi.
Syarif Abdul Syukur usai menemui polisi kepada awak media mengatakan bahwa pihak keluarga minta agar penyebab kematian adiknya bisa secepatnya terungkap. “Sebab melihat dari fisik abang saya saat ditemukan ada luka di muka dan lehernya. Saya melihat kematiannya tidak wajar. Kami minta polisi mengusutnya secara tuntas”, ungkap Sy Abdul Syukur yang didampingi Sy Mohsin keluarganya saat menemui polisi di kantor Polairud.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya masyarakat Batulayang kecamatan Pontianak Utara dihebohkan dengan ditemukannya mayat seorang pria disebuah sampan yang bersandar di steher pemakaman Batulayang Pontianak pada Senin subuh (04/09/2023) sekitar pukul 04.00 Wib.
Identitas mayat diketahui bernama Junaidi (40)
warg gg Flora I kecamatan Batu Layang kecamatan Pontianak Utara.
Menurut keterangan sejumlah warga Batulayang kepada media ini mengungkapkan di tubuh mayat tersebut terdapat luka. “Diduga akibat benda tajam. Korban saat ditemukan pertama kali oleh saksi dalam keadaan masih hidup. Pada wajah ada luka dan tulang ada yang patah, namun tak lama kemudian meninggal di rumah sakit “, ungkap Mohsin warga yang tinggal dipermukiman makam Batulayang.(buyung/renaldi)














